Antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern

Kebutuhan manusia banyak dijual di pasar-pasar. Entah itu kebutuhan pokok ataupun kebutuhan tambahan. Sehingga saat ini banyak dibangun berbagai macam pasar. Dulu adanya pasar tradisional saja. Tetapi saat ini banyak juga pasar modern. Apakah dengan adanya pasar modern akan menyingkirkan keberadaan pasar tradisional?

Tidak bisa dipungkiri lagi, sekarang ini banyak sekali pasar-pasar modern yang dibangun. Pasar modern itu misalnya supermarket dan minimarket. Tak hanya di kota-kota besar saja supermarket berada, tetapi juga di kota-kota kecilpun supermarket punya.

Supermarket atau pasar swalayan adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Seperti artinya, yaitu pasar besar. Barang barang yang dijual di supermarket biasanya adalah barang barang kebutuhan sehari hari. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya.

Pasar tradisional. Sumber gambar : jurnalpos.com

Pasar modern. Sumber gambar : novisheila.blogspot.com

Di kota saya saja, di Ngawi yang notabene adalah kota kecil ada supermarket. Bahkan beberapa waktu lalu (bulan lalu) ada supermarket baru yang juga baru selesai dibangun. Langsung di halaman supermarket itu banyak sekali kendaraan yang parkir begitu supermarket itu dibuka. Saya tidak menunjukkan nama supermarket itu, hehehe.

Itu pasar modern yang berada di kota Ngawi. Di setiap kecamatan pun juga ada pasar modern. Kebanyakan pasar modern di setiap kecamatan adalah berjenis minimarket. Bahkan dalam jarak yang tidak begitu jauh pun ada dua mini market yang saling berdekatan. Beberapa meter saja dapat dijumpai dua minimarket. Minimarket itu biasanya menjual segala macam barang dan makanan, namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket.

Melihat banyaknya antusias pembeli yang mengunjungi supermarket, menunjukkan supermarket kini menjadi primadona baru. Lalu bagaimana dengan pasar tradisional? Mungkin masih menjadi primadona tetapi berkurang keprimadonaannya. Kan konsumen ada yang beralih ke supermarket.

Banyaknya konsumen yang beralih ke pasar modern (supermarket/minimarket) mungkin ada faktor-faktornya. Misalnya, dari segi kebersihan. Supermarket kondisinya lebih bersih dan lebih nyaman. Berbeda dengan pasar tradisional yang kebersihannya terkadang tidak terawat. Dari segi pelayanannya, supermarket lebih baik pelayanannya daripada di pasar tradisional. Terkadang di pasar tradisional penjualnya tidak ramah kepada calon pembelinya. Entah penjualnya marah-marah atau apalah. Di pasar tradisional barang dagangan langsung dijaga oleh penjual yang bersangkutan. Jadi jika ada calon pembeli yang tidak suka dengan pelayanan sang penjual, calon pembeli pun tidak jadi membeli. Kalau di supermarket pembeli langsung mengambil sendiri barang yang akan dibeli. Kemudian membayar di kasir.

Tapi kelebihan di pasar tradisional yang tidak ada di pasar modern adalah adanya demokrasi di antara pembeli dan penjual. Ada interaksi antara penjual dan pembeli. Pembeli bisa tawar-menawar dengan penjual soal harga dan sebagainya. Jadi, di pasar tradisional ada rasa keakraban antara penjual dan pembeli. Itulah yang tidak ada di pasar modern (supermarket/minimarket).

Pasar tradisional perlu berbenah diri agar tidak ditinggalkan oleh konsumennya. Dari segi kebersihan, pasar tradisional perlu menjaga kebersihan. Dari segi pelayanan, pasar tradisional pelayanannya perlu diperbaiki. Bila penjualnya tidak ramah, calon pembeli pun akan enggan untuk membeli di pasar tradisional.

Pemerintah pun juga turut serta dalam memajukan pasar tradisional. Kualitas barang perlu diawasi oleh pihak terkait. Biasanya kualitas barang yang diperdagangkan juga turut mempengaruhi daya beli konsumen. Jangan sampai konsumen kecewa setelah membeli. Misalnya konsumen membeli buah di pasar, tetapi sesampai di rumah begitu buah itu dikupas dalamnya/isinya ternyata busuk. Itu pasti akan mengecewakan konsumen.

Sekira saya pasar tradisional tidak akan disingkirkan oleh keberadaan pasar modern, dengan catatan pasar tradisional mampu menjawab keinginan para pembeli. Walhasil, kita selaku konsumen sebaiknya selektif untuk memilih atau membeli barang. Kita untung, pedagang pun juga untung. Hehehe…***

Udin Widarso