Arsip Tag: Perempuan Indonesia

RA. Kartini dan Semangat Perempuan Masa Kini

RA. Kartini
Sumber gambar : nengkoala.wordpress.com

Ibu kita Kartini putri sejati

Putri Indonesia untuk merdeka

Ibu kita Kartini pendekar bangsa

Pendekar kaumnya untuk merdeka

…… ,,,….. ,,,….. ,,,

Itulah sepenggal lirik dari lagu Ibu Kita Kartini yang memberikan inspirasi bagi jutaan perempuan Indonesia. Tidak perlu diragukan lagi upaya beliau dalam memajukan kaumnya yakni kaum perempuan Indonesia untuk berkarya, untuk mewujudkan cita-citanya. Kaum perempuan seperti yang telah kita ketahui telah memberikan sumbangsihnya bagi bangsa ini, bagi kemajuan negara Indonesia kita tercinta. Itu merupakan cita-cita Raden Ajeng Kartini yang kini berwujud nyata.

Dulu sebelum adanya Kartini perempuan Indonesia seperti kata orang-orang tugasnya hanya 3M yaitu Masak, Macak, dan Manak (masak di dapur, berdandan, dan melahirkan anak). Tugas perempuan hanya berdiam diri di rumah saja. Yang biasa dilakukan oleh perempuan ya hanya kegiatan di rumah saja, seperti memasak makanan untuk keluarga, beres-beres rumah dan lain sebagainya. Keadaan seperti itu tidak akan bisa membuat perempuan untuk berkreasi. Kreativitas kaum perempuan seakan mati dan tidak akan bisa berkembang. Keadaan seperti itu seperti yang dialami RA. Kartini pada masa penjajahan atau zaman kolonial.

Melihat keadaan kaumnya yang seperti itu, menggugah hati nurani RA. Kartini untuk memperjuangkan keadaan kaumnya. Tentulah beliau memperjuangkan keadaan kaumnya agar menjadi lebih baik. Beliau pun menulis buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beliau berjuang salah satunya melalui ilmu yang ditulis dalam buku itu.

Pekerjaan menulis, pada waktu itu merupakan suatu hal yang langka pada seorang perempuan. Menuntut ilmu hanya merupakan tugas seorang laki-laki. Seorang perempuan memang tidak diperbolehkan untuk bersekolah. Pendidikan bukan menjadi prioritas bagi kaum perempuan. Kalaupun ada perempuan yang bersekolah pastilah perempuan itu anak seorang pejabat. RA. Kartini tidak ingin kaum perempuan ketinggalan jaman, tidak berpendidikan. Setiap manusia berhak untuk menuntut ilmu. Hal itu menjadi cita-cita agar kaum perempuan bisa berprestasi dalam bidang pendidikan.

Semakin hari, semakin tahun, akhirnya cita-cita mulia RA. Kartini menjadi terwujud. Pada jaman sekarang ini yakni jaman modern banyak muncul kiprah para perempuan Indonesia. Perempuan Indonesia seakan menunjukkan taringnya. Kini perempuan Indonesia tidak hanya berdiam diri di rumah saja. Mereka bisa menuntut ilmu. Mereka pun bisa menghasilkan karya-karya besar seperti kaum laki-laki. Banyak perempuan yang berkarir di bidang kesehatan misalnya menjadi seorang dokter. Ada juga perempuan yang berkiprah dalam dunia politik, ekonomi, dan lain-lain. Contoh nyata dari kiprah perempuan Indonesia adalah Ibu Megawati Soekarno Putri yang dulu pernah menjadi Presiden Indonesia. Beliau (Ibu Megawati) merupakan Presiden wanita pertama di Indonesia. Contoh lainnya yaitu Ibu Sri Mulyani yang dulu pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu. Kini Ibu Sri Mulyani berkiprah di dunia internasional berkarir di World Bank (Bank Dunia). Sebenarnya masih banyak contoh nyata kiprah perempuan di Indonesia ini.

Meskipun saat ini perempuan Indonesia berhak untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya, tetapi jangan dilupakan juga tugas utamanya yaitu merawat dan mendidik putra putrinya di rumah. Kadang tugas utama itu sering dilupakan oleh kaum perempuan Indonesia. Terlebih jika seorang perempuan itu kedudukannya yang tinggi, misalnya kondisi ekonomi telah mapan mereka sebagian acuh terhadap pendidikan anak-anaknya. Anak-anak jika ditelantarkan oleh orangtuanya terutama ibunya akan menjadi anak yang membandel, anak yang kurang patuh. Itu akan menimbulkan kerugian yang besar terhadap keberhasilan kehidupan keluarganya meskipun orang itu kaya. Terlebih jika anak tidak dididik oleh ibunya maka ia akan menjadi beban bagi negara ini. Terperosotnya nilai moral di kalangan generasi muda Indonesia salah satunya dikarenakan kurangnya pendidikan di lingkungan keluarga. Kita tidak ingin melihat para pemuda saling bertawuran seperti yang diberitakan di televisi-televisi.

Semoga dengan diperingatinya hari RA. Kartini pada hari ini, menjadikan perempuan Indonesia termotivasi untuk meraih pendidikan dan cita-cita setinggi tingginya. Tentunya para perempuan jangan sampai melupakan tugas utamanya yaitu mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang berbakti bagi nusa dan bangsa.