Memaknai Peringatan Maulid Nabi SAW

Hari ini tepat tanggal 12 Rabiul awal, menjadi peristiwa bersejarah kelahiran Nabi besar Muhammad SAW yang dikenal dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan sosok teladan bagi segenap umat manusia di dunia ini. Beliau lah yang juga mengubah peradaban manusia dari jaman jahiliyah menuju jaman yang terang benderang.

Seluruh umat Islam di dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tak terkecuali di Indonesia. Di desa-desa digelar selamatan untuk memperingati peristiwa tersebut. Mungkin di setiap daerah mempunyai cara sendiri-sendiri untuk memperingatinya. Asalkan dalam memperingatinya tidak melanggar Syariat Islam tentunya. Adapun di sekolah-sekolah diadakan peringatan Maulid Nabi dengan mengisi acara pengajian. Malah di sekolah-sekolah SD seperti ketika saya masih SD dulu diadakan acara makan bersama yang ketika itu saya menyebutnya dengan pesta. Karena anak-anak SD ketika peringatan Maulid Nabi, disuruh Ibu Guru untuk memakai baju muslim dan membawa nasi atau makanan dari rumah masing-masing.

Beliau Nabi Muhammad SAW banyak memberikan teladan kepada kita para umatnya. Diantaranya beliau mengajak kita untuk mencintai kedamaian di antara manusia, membenci rasa permusuhan antar sesama. Mengajarkan kita untuk saling mengasihi. Pada intinya mengajak kita para umatnya untuk bersatu dalam satu jiwa. Sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang antar sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka yang lain akan turut merasakannya.”

Nah, bagaimana dengan kondisi umat Islam sekarang ini? Diantara umat Islam sekarang ini sering terjadi perselisihan. Pertengkaran pun kerap sekali terjadi di antara umat Islam yang satu dengan yang lain. Kita umat Islam terkadang mudah sekali terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kadang kala orang yang mengahasut itu adalah saudara sesama Muslim sendiri. Hal itu sangat disayangkan sekali karena kita kurang memahami teladan dari Nabi Muhammad SAW. Kita umat Muslim kurang bersatu sehingga mudah sekali terjadi perselisihan.

Kita semua tidak ingin terjadi perselisihan di antara sesama terlebih lagi terhadap saudara-saudara kita sendiri. Sikap saling membenci selayaknya harus kita buang. Jangan hanya demi kepentingan pribadi semata kita saling membenci. Ingatlah terhadap masa depan negeri ini apabila masyarakatnya saling membenci dan tidak bersatu, tentunya akan mudah dihasut oleh bangsa lain. Lebih parahnya lagi bangsa penjajah akan mudah menghancurkan negara kita.

Untuk menghindari hal semacam itu, sudah selayaknya kita mengikuti ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Kita selayaknya saling menyayangi antar sesama. Menghindari permusuhan di antara umat Islam. Terlebih lagi semua penduduk Indonesia ini saling menghargai dan saling menyayangi maka akan terciptalah rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Apabila segenap masyarakat bangsa saling bersatu maka negara Indonesia akan kuat dan tidak mudah diperdaya oleh negara lain.

Semoga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita kita dapat meneladani sifat-sifat beliau. Menjadikan kita sesama umat beragama untuk saling bersatu demi tercipta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sabda beliau SAW, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang antar sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka yang lain akan turut merasakannya.”

Selamat hari Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal 1433 H.

Salam,

Udin Widarso.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s