Bersepeda : Hemat BBM dan Sehat

Di kampungku, di desa Kartoharjo, anak-anak seusia SMP berangkat ke sekolah kebanyakan dengan naik sepeda.  Sepeda pancal tentunya. Tetapi ada pula beberapa anak yang berangkat ke sekolah dengan naik sepeda motor. Di tengah kondisi harga BBM (bahan bakar minyak) yang kian merangkak naik.

Ceritanya seperti ini. Setiap pagi dan siang hari, anak-anak SMP melewati jalan di kampungku. Wajah-wajah ceria menghiasi setiap kali mereka mengayuh sepeda.  Mereka kebanyakan bersekolah di SMP Negeri 5 Ngawi. Tidak hanya dari SMPN 5 saja, ada juga yang bersekolah di sekolahan lain. Setiap mereka berangkat ke sekolahnya, mereka kebanyakan naik sepeda. Tetapi ada juga beberapa anak yang naik sepeda motor. Entah mungkin mereka (yang naik sepeda motor) tidak mau kecapekan, atau ada alasan yang lainnya. Saya sendiri tidak tahu.

Mudahnya untuk mendapatkan kendaraan bermotor, menjadikan masyarakat banyak yang menggunakan kendaraan bermotor tersebut. Selain tidak banyak membutuhkan tenaga, kendaraan bermotor dapat mempercepat jarak tempuh dari suatu tempat ke tempat lain. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu lokasi sangat singkat. Termasuk juga beberapa anak sekolah saat ini menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi. Tetapi kendaraan bermotor seperti sepeda motor itu harus membutuhkan bahan bakar untuk menjalankannya. Apabila tidak diisi bahan bakar yaitu bensin, motor tidak akan berjalan. Hal itulah yang menjadikan BBM menjadi barang langka ditambah lagi dengan akan banyaknya jumlah pengguna kendaraan bermotor tersebut.

Kita sudah mengetahui bahwa harga BBM naik. Pemerintah pun akan berencana untuk menaikkan harga BBM. Tetapi dalam masyarakat, jumlah kendaraan akan tetap bertambah. Jumlah penggunanya pun juga kian bertambah. Apabila jumlah kendaraan bermotor bertambah tentunya akan menambah pula pasokan BBM yang harus dikeluarkan. Sementara stok BBM semakin berkurang.  Bagaimana hal tersebut akan menyebabkan harga BBM naik? Pengguna sepeda motor tidak hanya dari kalangan umum saja tetapi ditambah lagi pengguna sepeda motor dari kalangan pelajar setingkat SMA dan SMP, seperti anak-anak yang melewati jalan di kampungku.

Dalam berbagai siaran berita di televisi, di daerah-daerah tertentu di Indonesia orang-orang yang mengantri mengisi BBM hingga lama. Hal itu disebabkan banyaknya orang yang ingin mengisi bensin untuk kendaraannya. Antreannya terkadang sangat panjang. Hingga ada pula orang-orang yang tidak kebagian jatah bensin karena stok bensin atau BBM sangat terbatas.

Sekarang ini BBM sudah cukup langka. Bagaimana BBM dikatakan langka? Untuk mendapatkannya saja kadang diperlukan antrean yang panjang seperti di daerah-daerah tersebut. Memang BBM termasuk ke dalam sumber daya alam yang tidak terbarukan. Artinya, proses pembentukan BBM sangat lama. BBM diperoleh dari fosil-fosil binatang atau tumbuhan purba yang telah mati selama berjuta-juta tahun. Dari fosil-fosil tersebut kemudian diambil dan diolah menjadi BBM seperti sekarang ini, kurang lebih seperti itu.

sumber gambar : arnandatkj.wordpress.com

Apabila pengguna kendaraan bermotor semakin bertambah, maka akan menambah pula pasokan BBM untuk konsumsi kendaraan bermotor. Seperti yang saya ketahui, di desa saya saja sudah ada anak-anak SMP yang menggunakan sepeda motor. Padahal itu baru di desa saya saja. Belum lagi desa-desa yang lainnya. Mungkin anak sekolah yang menggunakan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor di desa-desa yang lainnya malah lebih banyak daripada di desa saya. Kita berharap semoga penggunanya lebih sedikit atau syukur-syukur tidak ada yang menggunakan sepeda motor.

Belum lagi di kota-kota. Pastilah banyak sekali kendaraan bermotor yang ada di kota. Di Ngawi saja kendaraan yang lalu-lalang di jalan raya jumlahnya sangat banyak. Terkadang seorang penyeberang yang ingin menyeberangi jalan saja, harus menunggu lama sampai kendaraan sepi terlebih dahulu.

Sekolah-sekolah biasanya berada di kota-kota atau bertempat di tempat yang strategis. Hal itu pastinya banyak sekali para pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolahnya.

Menghadapi hal semacam itu, pemerintah alangkah lebih baiknya memberlakukan anak sekolah untuk mengendarai sepeda apabila jarak dari rumah ke sekolah dekat. Hal itu supaya penggunaan BBM menjadi lebih hemat dan agar BBM tidak cepat habis. Sehingga generasi yang akan datang bisa menikmati BBM seperti saat ini.

Untuk  para orang tua siswa sebaiknya  menghimbau anaknya untuk mengendarai sepeda ketika sekolah. Apabila jarak dari rumah ke sekolah dekat, sebaiknya anak menggunakan sepeda untuk ke sekolah. Hal itu, untuk menghemat pasokan BBM agar tidak cepat habis. Dan juga bisa menghemat keuangan anda, agar tidak melulu membeli bensin.

Untuk para siswa yang rumahnya jauh dari lokasi sekolah, alangkah lebih baiknya menggunakan transportasi umum. Banyak kita jumpai transportasi umum di Indonesia seperti bus, angkota, dll. Justru itu akan menghemat BBM kita.

Tidak hanya anak-anak SMP saja yang sebaiknya mengendarai sepeda ketika ke sekolah, anak-anak SMA pun juga baiknya mengendarai sepeda. Hal itu akan berdampak yang positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan menggunakan sepeda maka diri kita menjadi lebih sehat. Karena dengan naik sepeda membuat badan kita bergerak. Itu sama saja dengan melakukan olahraga.

Dengan menggunakan sepeda maka lingkungan pun menjadi lebih sejuk karena bisa mengurangi dan meminimalisir polusi udara. Hal itu bisa untuk mengurangi efek pemanasan global yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Bumi kita tidak akan cepat panas karena menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan macam sepeda seperti itu. Sehingga bumi kita akan menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggali.

4 pemikiran pada “Bersepeda : Hemat BBM dan Sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s