Perlunya Kesadaran dalam Berlalu Lintas

Tiga hari yang lalu (28/02), saya bersama dengan ibu saya pergi ke rumah kakek-nenek saya di desa Lego Kulon. Ketika melewati perempatan Karangasri, di dekat tugu terdapat bus yang parkir. Padahal di tugu itu terdapat tanda dilarang parkir yang terpampang secara jelas.

Saya dari Dungus menuju ke desa Lego Kulon untuk berkunjung ke rumah kakek-nenek saya. Di perempatan Karangasri yang terdapat tugu itu dipasang tanda dilarang parkir. Perempatan itu terletak di persimpangan jalan ke utara menuju Bojonegoro-Cepu, ke barat menuju Ngawi, ke timur menuju Caruban, dan ke selatan menuju Karangasri sendiri. Jalan menuju ke selatan ukuran lebarnya kecil dibanding ketiga jalan lainnya.

sumber gambar : majamojokerto.com

Sekitar jam delapan pagi, terdapat sebuah bus jurusan Ngawi-Caruban yang parkir di tugu itu. Apakah sengaja atau tidak sang sopir bus itu, saya tidak tahu. Yang jelas tanda dilarang parkir yang dipasang di situ sangat jelas terpampang.

Melihat tanda dilarang parkir yang dipasang secara jelas itu, kemungkinan sang sopir bus memang sengaja untuk parkir di tempat itu. Tidak mungkin kan jika tandanya jelas terlihat, sang sopir tidak sengaja parkir di tempat itu. Atau jangan-jangan sang sopir tidak tahu arti dari lambang tersebut.

Bus jurusan Ngawi-Caruban kebanyakan adalah bus mini. Bus yang parkir di situ sedang menunggu penumpang. Memang bus itu merupakan sarana transportasi umum.

Sang kernet turun dari bus. Dia sedang mencari-cari adakah penumpang yang akan naik bus jurusan Ngawi-Caruban atau tidak. Pak kernet itu berdiri menunggu penumpangnya sambil melihat-lihat jalan. Padahal di tugu perempatan itu tidak ada calon penumpang yang akan naik bus.

Ketika saya pulang dari rumah kakek-nenek saya, di tugu perempatan itu juga ada sebuah bus yang parkir di situ. Masih ada juga bus yang parkir di situ di siang hari sekitar jam 11. Bus itu sama jurusannya dengan bus yang saya jumpai pagi hari. Bus itu juga bus jurusan Ngawi-Caruban. Bus itu akan menuju ke Caruban karena sama-sama akan menuju ke arah timur. Dari Ngawi ke arah timur memang menuju ke Caruban.

Adakah pihak yang terganggu bila bus parkir sembarangan di samping tanda dilarang parkir? Jika sebuah bus parkir di samping tugu itu maka akan menyulitkan para pengguna kendaraan yang lain. Jalan yang semula lebar menjadi sempit karena terdapat bus yang parkir di situ. Meskipun bus jurusan Ngawi-Caruban adalah bus mini, tetapi tetap saja mengganggu lalu lintas. Semula tugu itu kelihatan bagus tanpa adanya bus yang parker, dan menjadi kelihatan kurang bagus karena adanya bus yang parkir merusak pandangan tugu. Pastilah tugu itu dibuat salah satunya untuk memperindah pemandangan di jalan raya.

Kita juga tidak tahu kalau-kalau akan timbul kecelakaan di tempat itu jika bus parkir sembarangan. Hal itu perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak khususnya sopir beserta kernetnya dan juga polisi lalu lintas.

Karena banyaknya bus jurusan Ngawi-Caruban yang kerap parkir di tempat itu, sebelumnya pihak polisi khususnya polisi lalu lintas memberikan pengarahan kepada sopir dan kernet. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi sopir yang melanggar tanda dilarang parkir tersebut.

Melihat hal seperti itu, apakah salah satu pihak antara sopir dan kernet bus saling mengingatkan atau tidak. Jika sang sopir bus parkir di tempat yang terdapat tanda dilarang parkir, seharusnya sang kernet mengingatkan. Dan sebaliknya apabila sang kernet mengajak parkir di tempat tersebut, maka sang sopir harus mengingatkan kernetnya dan mencari tempat parkir yang lain.

Memang di perempatan itu tidak ada polisi yang berjaga-jaga sehingga dengan mudahnya sopir memarkirkan busnya sembarangan.  Sebaiknya di tempat-tempat seperti itu diperhatikan.

Jika sang sopir dan kernet bus keduanya “nakal”, sebaiknya polisi bertindak untuk menghadapi hal tersebut. Apabila dijumpai bus yang parkir di sembarang tempat maka polisi berhak memperingatkan. Apalagi bus itu parkir di tempat yang ada tanda dilarang parkir, maka polisi harusnya memberikan surat tilang kepada sang sopir bus. Denda bagi sopir bus yang membandel bisa diterapkan. Hal itu dilakukan supaya sopir bus beserta kernetnya menjadi jera dan tidak parkir di tempat yang terdapat tanda dilarang parkir.

Kita juga bisa belajar dari negara tetangga kita yakni Singapura tentang tertib berlalu lintas. Dalam tayangan di televisi kita bisa melihat betapa rapi dan tertibnya pengguna kendaraan di sana. Mereka sangat mematuhi peraturan berlalu lintas. Di sana jarang kita jumpai bahkan tidak ada bus yang parkir di sembarang tempat apalagi parkir di tempat yang terdapat tanda dilarang parkir. Meskipun di jalanan tidak ada polisi yang berjaga-jaga tetapi lalu lintas di sana tetap tertib dan terkendali karena semua pengguna jalan menaati peraturan.

Apabila sopir dan kernet bus di Ngawi khususnya dan di Indonesia pada umumnya bisa mematuhi tanda-tanda lalu lintas yang dipasang, maka akan menjadi tertib dan teratur. Tidak hanya bus saja yang diuntungkan tetapi juga seluruh pengguna kendaraan. Para pejalan kaki pun bisa dengan aman untuk berjalan di pinggir jalan raya tanpa adanya gangguan.

Semoga dengan adanya peristiwa tersebut, menjadikan kita sadar dan patuh terhadap peraturan lalu lintas. Dan semoga Negara Indonesia menjadi aman dan sejahtera.

4 pemikiran pada “Perlunya Kesadaran dalam Berlalu Lintas

  1. Polisi ngawi kurang menjaga lalulintas. Contohnya dulu aku dulu naik bus andys sudah empat kali melanggar lalulintas gk da yang tilang, untung ada satlantas dari jakarta yg sedang lewat ngawi langsung di berentikan tu bus andys.

  2. Memang masyarakat kita kurang sadar akan pentingnya tertib lalu lintas. Termasuk saya sendiri yg kadang2 entah disengaja atau tidak, melanggar lalu lintas. Hehee…

    Bisa dibilang masyarakat kita itu “ngeyel”. Walaupun sudah ditilang tetap saja sering sekali melanggar lalu lintas. Atau mungkin dendanya kurang maksimal dalam realitanya bukan dalam peraturannya. Kalau dalam peraturan denda sampai 1 juta dalam realitanya hanya 50 ribu di pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s