Mendukung Tim Sepakbola, Apa Dengan Corat-coret Lingkungan?

Saya biasa melewati jalan raya Klitik Ngawi. Di jalan raya Klitik terdapat jembatan Klitik. Ketika melihat-lihat di sekitar jembatan Klitik, saya agak kurang nyaman karena di sana terdapat coretan-coretan. Apakah anda sama seperti saya yang merasa kurang nyaman ketika melintasi sekitar jembatan yang terdapat coretan-coretan?

Di sekitar jembatan Klitik terdapat semacam tugu. Jumlah tugu itu ada dua. Tugu itu bertuliskan slogan “Cegahlah Banjir dan Kekeringan” dan “Aku Suka Pangan Lokal”. Sebenarnya di bawah tulisan slogan tersebut masih ada penjelasan dari slogan tersebut. Tetapi di bawah sendiri dari tulisan slogan-slogan tersebut terdapat coretan-coretan yang membuat pandangan terasa kurang nyaman. Pastilah yang melakukan itu adalah tangan-tangan jahil yang kurang bertanggung-jawab.

Dalam coretan-coretan itu ada tulisan “Pastimania”, “Bonek”, dan banyak tulisan lainnya di sekitar slogan tersebut. Tulisan itu saya kira kurang bermanfaat bagi pembacanya dan hanya membuat pandangan mata kurang nyaman.

Dilihat dari tulisan-tulisan itu, kemungkinan orang yang mencorat-coret itu adalah para pendukung setia klub sepakbola. Setahu saya kata “Pastimania” itu adalah sebutan untuk pendukung atau suporter klub sepakbola Ngawi. Untuk singkatannya saya agak kurang mengerti mengenai hal itu. Dan untuk kata “Bonek” itu seperti yang kita ketahui adalah sebutan untuk para pendukung klub sepakbola Persebaya yang ada di Surabaya.

Sebenarnya di jembatan Klitik-nya saja juga terdapat coretan-coretan. Tetapi coretan-coretan yang paling jelas terbaca itu ada di tugu tempat slogan-slogan tersebut.

Menurut saya, kita boleh saja mendukung tim sepakbola kesayangan kita. Apapun itu timnya kita bisa mendukung tim kesayangan kita untuk menang dalam pertandingan. Tetapi dengan catatan mendukungnya dengan cara-cara yang baik.

Karena ada orang yang begitu fanatik untuk mendukung tim sepakbola kesayangan mereka, hingga mereka mencorat-coret properti milik Negara. Hal itu terdapat di sekitar jembatan Klitik tersebut. Itu menurut saya kurang bagus karena merusak keindahan tempat tersebut. Apalagi itu di bawah slogan yang berisi tulisan yang positif. Jika di bawah tulisan slogan itu terdapat coretan-coretan yang lumayan besar maka orang akan malas untuk melihatnya. Dan mungkin juga slogan itu tidak dibaca oleh orang-orang yang melintasi sekitar jembatan itu.

Dari hal-hal seperti itu, alangkah baiknya coretan-coretan itu dihapus saja. Khususnya bagi yang bertanggung-jawab adalah pelaku yang mencorat-coret itu. Adapun bagi pemerintah yang bertugas sebagai pengelola tata ruang kota (atau pihak yang berhubungan dengan keindahan lingkungan) sebaiknya cepat tanggap apabila ada orang yang melakukan hal jahil seperti mencorat-coret tugu. Bila terdapat coretan-coretan maka lebih baik langsung dihapus, terlebih tulisan itu tidak bermakna dan bisa memperburuk pemandangan.

Apabila ada orang dari luar Ngawi melihat pemandangan seperti coretan-coretan tersebut, maka bukan tidak mungkin mereka akan mengira bahwa kota Ngawi kurang bersih. Sebagai warga Ngawi kita sebaiknya turut menjaga kebersihan kota kita. Sehingga kota kita bisa menimbulkan kesan yang nyaman bagi orang Ngawi sendiri maupun orang yang berkunjung ke kota Ngawi.

Nah, untuk para pendukung sepakbola Ngawi sebaiknya jangan mencorat-coret lingkungan seperti yang terdapat di sekitar jembatan Klitik tersebut. Hal itu saya rasa kurang tepat dan kurang berpengaruh terhadap tim sepakbola Ngawi apabila seperti itu bentuk dukungannya. Bagi suporter tim Ngawi sebaiknya mendukung tim kesayangannya dengan cara yang baik tanpa merusak pemandangan lingkungan. Suporter bisa mendukung secara langsung tim Ngawi ketika bertanding. Itu akan lebih baik dan berpengaruh terhadap semangat para pemain sepakbola yang mereka dukung.

Untuk menjaga lingkungan agar tetap nyaman memang diperlukan kesadaran dari para warganya. Hal ini khususnya bagi warga Ngawi sendiri. Apabila mereka sadar akan lingkungan pastinya mereka mau merawatnya dan tidak mencorat-coret seperti di sekitar jembatan Klitik tersebut. Dan akhirnya, semoga Ngawi menjadi kota yang bersih dan nyaman apabila kita  mau menjaganya.

4 pemikiran pada “Mendukung Tim Sepakbola, Apa Dengan Corat-coret Lingkungan?

  1. Coretan di dinding membuat resah
    Resah hati pencoret mungkin ingin tampil
    Tepi lebih resah pembaca coretannya
    Sebab coretan di dinding adalah pemberontakan
    Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah

    Lirik lagu iwan fals

  2. repot juga juga kalau kreativtas tidak disalurkan pada tempatnya yang tepat. mungkin tidak ada salahnya pemkab ngawi menyiapkan sebuah ruang publik yang khusus digunakan utk corat-coret, mas, hehehehe …..

  3. Semua memang harus dengan kesadaran masing-masing mungkin Mas. Tapi kadang ada yang menyangkal bahwa itu cara mereka mengaplikasikan seni. Tapi kalau niat mewujudkan kreatifitas harusnya sekalian, bukan dengan coretan di tempat umum. Mungkin di kanvas bisa lebih positif. Apalagi dikumpulkan dan diupload menjadi Photo Blog.🙂 Salam kenal Mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s