Jalan Terjal Anak Sekolah dalam Menempuh UN

Akhirnya siswa-siswi Indonesia telah menyelesaikan ujian nasional (UN) tahun 2012. Mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA ujian nasional dengan tingkat  sekolah yang sama dilaksanakan secara bersamaan. Ujian nasional dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Selama UN ada cerita-cerita yang mungkin tidak  akan terlupakan bagi sebagian anak-anak. Cerita itu adalah perjuangan menempuh ujian dengan melewati jalan yang terjal.

Biasanya jalan yang baik untuk menuju ke sekolahan adalah jalan yang mulus. Jalan yang tanpa adanya hambatan-hambatan yang merintanginya. Jalan yang seperti itu paling banyak terdapat di daerah perkotaan di Indonesia. Atau paling tidak, jalan seperti itu biasanya terdapat di daerah-daerah yang sudah tersentuh pembangunan.

Tetapi tidak bagi anak-anak yang tinggal di pelosok tanah air. Di daerah terpencil yang belum tersentuh oleh pembangunan. Di daerah yang terbelakang. Daerah-daerah seperti itu terdapat di pedalaman ataupun di hutan-hutan yang belum mendapatkan perhatian. Atau mungkin malah diabaikan. Sehingga daerah seperti itu seakan terlupakan.

Tentunya apabila anak-anak yang tinggal di daerah seperti itu, perjuangan mereka dalam menempuh UN pasti dibutuhkan banyak pengorbanan. Berbeda dengan anak-anak yang di daerahnya sudah tersedia berbagai macam fasilitas yang memudahkan mereka dalam menempuh perjalanan. Jika akses jalannya mudah pastilah perjalanan anak-anak itu cukup mudah untuk menuju ke sekolah atau tempat ujian. Namun berbeda dengan anak-anak yang tinggal di daerah yang belum tersedia fasilitas seperti jalan raya. Mereka terkadang dalam menempuh perjalanan agar sampai ke tempat sekolah harus melintasi sungai,  gunung, hutan belantara, dan lainnya. Tak jarang pula mereka harus melepas sepatu untuk menyeberangi sungai.

Sempat disiarkan di media massa tentang perjuangan anak-anak daerah terpencil dalam menempuh UN. Di media televisi, koran, dan mungkin juga radio memuat pemberitaan tersebut.

Seperti cerita anak-anak sekolah di daerah Ciamis. Belasan siswa SMA di Ciamis, Jawa Barat (Jabar), terpaksa menggunakan rakit untuk menuju sekolah tempat mereka mengikuti ujian nasional (UN). Bahkan, tak jarang, para siswa ini berebut dan berlarian saat hendak menaiki rakit karena takut terlambat mengikuti UN. (kampus.okezone.com, tanggal 17 April 2012).

sumber gambar : okezone.com

Hampir sama dengan anak-anak di daerah Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan ini dalam menempuh ujian. Di daerah tersebut ratusan anak-anak desa terpencil di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terpaksa menempuh perjalanan sepanjang 52 kilometer dengan berjalan kaki menaklukkan gunung, hutan belantara serta melintasi jembatan berbahaya sebelum mereka naik mobil ke lokasi ujian. (edukasi.kompas.com, tanggal 7 Mei 2012).

sumber gambar :kompas.com

Bisa dibayangkan betapa beratnya siswa-siswi yang tinggal di daerah terpencil berjuang untuk menempuh UN.

Kini tinggal kepedulian pemerintah dalam menanggapi hal-hal seperti itu. Apakah dibiarkan saja anak-anak yang menempuh perjalanan jauh demi mengikuti Ujian? Selayaknya pemerintah peduli dengan kondisi seperti itu. Alangkah lebih baik bila fasilitas-fasilitas yang memadai dibangun di daerah terpencil seperti itu. Misalnya saja dibangun akses jalan yang memadai. Dibangun jembatan dan lain sebagainya. Jika akses jalan yang mudah sudah dibangun, maka akan mudah pula siswa-siswi tersebut untuk menempuh UN. Uang negara jangan dihambur-hamburkan untuk sesuatu hal yang tidak penting.

Kini siswa-siswa itu tinggal menanti hasil yang ditempuh selama berjam-jam perjalanan. Pastilah mereka mengharapkan kelulusan yang membanggakan dari hasil perjuangannya selama ini. Semoga mereka tersenyum melihat nilai hasil ujiannya. Aamiin!***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s