Arah Gerak Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Sebenarnya judul saya tersebut terinspirasi ketika saya mengikuti kegiatan LKMM TD (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar) dua hari yang lalu. LKMM TD itu mengambil tema “Arah Gerak Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan”. LKMM TD dilaksanakan selama dua hari satu malam pada 19-20 Mei 2012. Banyak manfaat yang saya peroleh selama mengikuti kegiatan tersebut. Memang saya beruntung sekali bisa mengikuti kegiatan yang diadakan BEM STKIP PGRI Ngawi.

Bukan itu yang akan saya bahas disini. Tetapi saya akan membahas sesuai dengan judul di atas yang menitik beratkan kepada peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Sebenarnya catatan ini adalah sebagai pembelajaran bagi saya selaku mahasiswa pada khususnya. Mungkin juga bagi teman-teman mahasiswa di Indonesia pada umumnya. Saya sebagai mahasiswa tentunya bisa memberi teladan bagi masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa berperilaku sesuai dengan tata krama dan sopan santun.

Seperti yang kita ketahui, seorang mahasiswa mempunyai peran yang begitu penting atau urgent di lingkungan masyarakat. Mahasiswa biasanya dijadikan teladan atau contoh di kehidupan bermasyarakat di daerah tempat tinggalnya. Masyarakat biasanya menjadikan seseorang sebagai teladan itu karena pendidikannya. Sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan adalah ilmu pengetahuan. Karena mahasiswa di mata masyarakat dianggap sebagai orang yang berilmu, maka wajar bila seorang mahasiswa dijadikan teladan bagi mereka. Bukan saya menganggap selain mahasiswa tidak bisa dijadikan teladan, seseorang selain mahasiswa pun banyak yang dijadikan teladan bagi masyarakat. Misalnya saja seorang kepala desa, Kyai, Ustadz, dan lain-lain.

Keteladanan itu penting. Dengan keteladanan maka masyarakat akan mengikuti perbuatan yang diteladaninya. Tentunya orang yang dijadikan teladan adalah orang yang mengerti tata krama bermasyarakat. Sopan santun tetap terjaga, sehingga masyarakat akan senang untuk meneladani dan mengikuti perbuatan sang pemberi contoh. Dengan catatan perbuatan yang patut untuk diteladani adalah perbuatan yang baik. Perbuatan yang tidak melanggar nurma dan nilai-nilai positif di masyarakat. Dan itulah perbuatan-perbuatan yang harusnya ada dalam diri seorang mahasiswa sebagai agen perubahan sosial bagi masyarakat untuk menuju perubahan yang lebih baik.

Tetapi terkadang seorang mahasiswa tidak berperilaku sebagai mana mestinya. Beberapa diantaranya berperilaku tidak sopan dan tidak pantas untuk ditiru. Ada mahasiswa yang minum-minuman keras, mabuk-mabukan. Memang mahasiswa juga seorang manusia yang punya salah atau bisa berbuat salah. Tetapi jangan sampai kebablasan. Jangan sampai terhanyut oleh perilaku yang dilarang agama, seperti minum-minuman keras. Kalau sudah begitu, seorang mahasiswa sudah tercebur dalam perilaku yang negatif.

Demo mahasiswa ricuh. Sumber gambar : VIVAnews.com

Mahasiswa seringkali berbuat anarkis dengan cara merusak fasilitas umum (negara). Hal itu dapat dijumpai ketika para mahasiswa menggelar demonstrasi di jalan-jalan. Ketika kita melihat berita di layar televisi ataupun di media internet, tak jarang para mahasiswa ketika berdemo selalu bertindak anarkis.

Seperti yang saya kutip dari Kompas.com (8/5/2012). Demo di kantor Gubernur Maluku ricuh.  Ratusan pemuda dan mahasiswa dari berbagai elemen di Kota Ambon yang tergabung dalam Aliansi Pembangunan Kabupaten Seram Bagian Timur (AP-SBT) Maluku, Selasa (8/5/2012) sekitar pukul 14.00 WIB terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian.

Demo pemuda dan mahasiswa. Sumber gambar : kompas.com

Mahasiswa pun juga bisa terlibat tawuran antar kelompok. Seperti yang saya kutip dari VIVAnews.com (9/5/2012) : Mahasiswa tawuran, kawasan Salemba ditutup. Bentrok antara mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan UPI Yayasan Persada Indonesia (YAI) kembali terjadi, Rabu malam, 9 Mei 2012. Akibat aksi saling serang ini, arus kendaraan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, lumpuh total.

Demo itu sah-sah saja dilakukan selama tidak berbuat anarkis. Demo bisa dilakukan baik oleh para buruh, pedagang, ataupun para mahasiswa. Demo itu merupakan panggilan jiwa seseorang atau kelompok untuk menyampaikan aspirasinya kepada pihak-pihak tertentu agar memperoleh keadilan atau kesepakatan. Maka dari itu, seseorang atau kelompok yang melakukan demo agar berdemo dengan tenang dan tidak berbuat anarkis, terutama bagi para mahasiswa yang notabene sebagai agen perubahan sosial bagi masyarakat. Jangan sampai unjuk rasa atau demo kehilangan esensinya oleh karena para pengunjuk rasa berbuat anarkis.

Dalam kasus tawuran antar mahasiswa itu sangat tidak pantas perilakunya untuk dijadikan teladan sama sekali. Semua orang tahu bahwa tawuran adalah suatu bentuk perbuatan yang sia-sia dan merugikan diri sendiri serta orang lain. Para mahasiswa yang terlibat tawuran seharusnya menyadari akan perbuatan semacam itu. Apakah mereka tidak menggunakan akal sehatnya sehingga mereka tawuran? Mahasiswa yang dianggap masyarakat sebagai orang yang berilmu dan berpendidikan seharusnya tidak berbuat demikian. Mahasiswa harus menghindari diri dari berbuat tawuran semacam itu agar tawuran tidak ditiru oleh masyarakat yang biasanya anak-anak yang masih bersekolah.

Apabila mahasiswa bergerak ke arah jalan yang positif (baik), maka masyarakat akan memandang mereka sebagai teladan yang baik dan memang patut untuk dicontoh. Sudah semestinya mahasiswa berpikir jernih dalam melakukan perbuatan. Jangan sampai mahasiswa terjebak dalam perilaku yang negatif. Memang mahasiswa juga seorang manusia yang punya salah, tetapi salah jangan sampai kebablasan. Kalau mahasiswa perilakunya baik, maka pantaslah mereka disebut sebagai agen perubahan. Agen perubahan sosial masyarakat untuk menuju arah yang baik. ***

Udin Widarso

5 pemikiran pada “Arah Gerak Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

  1. Selain sbgai agen perubahan, mhsiswa diharapkan memegang “idealisme” dan memeprtahankannya jika terjun ke masyarakat. Ia tak terpengaruh oleh kepentingan pihak tertentu. Ia netral dan berdiri di atas kepentingan bangsa dan negara. Bukankah begitu rekan Udin?

  2. Setelah ikut LKMM TD, selamat berkontribusi lebih, bang Udin.
    me-refresh ingatan sebentar,
    ada empat peran fungsi mahasiswa :
    Agent of change
    Iron stock<
    Social control
    Moral force
    tingkatan LKMM di tiap kampus berbeda-beda, tergantung kebutuhan. kalau tingkatan LKMM di sini, ada empat tingkat,
    – LKMM pra TD [lingkup fakultas] : manajemen diri
    – LKMM TD (dasar) [lingkup jurusan] : manajemen kegiatan
    – LKMM TM (menengah) [lingkup fakultas]: manajemen organisasi
    – LKMM TL (lanjut) [lingkup institut]
    kalau di kampus STKIP PGRI Ngawi, bagaimanakah tingkatannya?

    1. Terima kasih bang Heru, sudah memberi komentar.
      Sebenarnya yang saya bahas adalah peran Mahasiswa itu sendiri, bukan kegiatan LKMM TD-nya. Tapi tidak apa-apalah.
      Kalau di kampusku itu LKMM TD langsung. Saya malah baru tahu ada LKMM pra TD.
      Iya memang berbeda-beda tiap kampus. Kampusku belum Universitas, jadi kegiatannya belum sekompleks di Universitas.

  3. ARI AMNAN

    Go ahead pren…! sebagai Mahasiswa kampung kita memang harus mau dan nekat meningkatkan standard pola berfikir untuk out-standing, mengingat begitu keringnya Dinamika & Wacan Di negeri STKIP PGRI NGAWI. salam kenal. Ari Amnan (fungsionaris Demisioner BEM STKIP PGRI NGAWI 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s