Belajar dari Kesigapan Panitia Euro 2012

Sebuah pertandingan perlu dirancang secara cermat. Seperti dalam pertandingan sepakbola piala Eropa atau Euro 2012. Hal-hal diluar pertandingan misalnya. Seperti kemarin (malam) ketika pertandingan antara Perancis vs Ukraina. Kemarin sempat hujan lebat disertai angin kencang sehingga pertandingan pun dihentikan untuk sementara. Panitia pun sigap mengatasi akan hal itu. Nah, bagaimana dengan Indonesia?

Euro 2012 – Hujan deras paksa Prancis vs Ukraina dihentikan.
Sumber gambar : http://www.tribunnews.com

Kemarin malam, saya sempat menonton siaran tivi pertandingan sepakbola antara Perancis vs Ukraina (di rumah). Pada saat pertandingan dimulai terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Ditambah pula petir yang menyambar. Hal itu mengakibatkan jalannya pertandingan menjadi terhambat. Bola menjadi tidak bisa memantul secara sempurna. Sehingga para pemain agak kesulitan mengontrol bola.

Walhasil, pada menit keempat wasit pun menghentikan pertandingan. Pertandingan ditunda sementara waktu menunggu sampai hujan reda. Keputusan wasit mungkin tepat untuk menghentikan jalannya pertandingan. Mengingat pada pertandingan tersebut terjadi hujan lebat disertai angin kencang ditambah pula petir yang menyambar. Hal itu mungkin bisa membahayakan para pemain yang berlaga.

Kesigapan Panitia

Setelah hujan dirasa cukup reda, panitia pertandingan pun sigap untuk mengecek lapangan. Setelah terjadi hujan deras, lapangan menjadi tergenang oleh air hujan. Adanya genangan air hujan bisa menyebabkan pantulan bola menjadi kurang maksimal. Untuk mengatasi hal itu maka panitia bertindak mengurangi volume air yang menggenangi lapangan.

Panitia Euro 2012 tidak kehilangan akal untuk mengatasi genangan air hujan di lapangan. Panitia mengerahkan beberapa orang untuk membuat resapan air dengan cara menancapkan alat seperti garpu. Tujuannya agar air cepat meresap ke dalam tanah.

Tak hanya itu saja. Panitia juga menyiapkan mesin pembuat lubang kecil di tanah. Alat itu adalah alat yang modern sehingga cepat untuk membuat lubang resapan air hujan.

Panitia pun juga sudah menyediakan jas hujan kepada para penonton dan wartawan yang meliput. Panitia menyiapkan jas hujan plastik agar para penonton dan wartawan tidak kehujanan.

Mungkin hal-hal tersebut sudah diperhitungkan oleh mereka panitia Euro 2012. Dalam pertandingan bisa saja terjadi hal-hal yang tak terduga, seperti terjadi hujan deras dan sebagainya.

Pelajaran untuk Indonesia

Ketika hujan deras melanda, lapangan pun menjadi tergenang oleh air hujan. Sehabis hujan pun lapangan masih dipenuhi oleh air hujan. Kejadian itulah yang biasanya terjadi di lapangan sepakbola di Indonesia. Karena memang kebanyakan lapangan di Indonesia kurang bagus. Setidaknya itu menurut saya.

Kondisi lapangan sepakbola di Indonesia setelah diguyur hujan cukup memprihatinkan. Terjadi genangan air di mana-mana. Apalagi ditambah pula lapangan kurang (tidak) rata. Saya memang jarang sekali melihat pertandingan sepakbola Indonesia. Pada saat memencet remot tivi saya pencet lagi ke acara yang lainnya bila ada pertandingan sepakbola. Saya kurang suka melihat pertandingan sepakbola di lapangan yang kurang bagus. Kurang hijau, apalagi ditambah genangan air di sana-sini.

Panitia pertandingan pun tidak (kurang) sigap menghadapi kondisi lapangan yang kurang bersahabat. Itu terjadi di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan tetap dilanjutkannya pertandingan sepakbola meski lapangan basah kuyup karena genangan air. Bola sudah tidak memantul secara maksimal pun pertandingan tetap dilanjutkan.

Untuk mengatasi hal seperti itu, seyogianya panitia pertandingan sepakbola di Indonesia bisa belajar dari Eropa. Bagaimana cara mengatasinya bila lapangan pertandingan kurang bersahabat. Hal itu bisa dengan membuat lubang-lubang kecil untuk resapan air hujan seperti yang dilakukan oleh panitia Euro 2012 kemarin.

Seperti yang saya utarakan di awal bahwa dalam event pertandingan perlu dipersiapkan secara cermat. Bila lapangan mendukung, para pemain dapat bertanding tanpa halangan (genangan air) maka para penonton/pendukung pun bisa menikmati jalannya pertandingan. Penonton pun bisa pulang dengan hati yang riang gembira.***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s