Dorrr! Petasan di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk beribadah puasa. Bulan Ramadhan banyak dipenuhi dengan amalan kebaikan. Tetapi di bulan ini biasanya anak-anak juga bermain petasan. Ah, mainan itu yang juga membuat banyak orang terkaget-kaget jika mendengarnya.

Petasan meledak. Sumber gambar : yustisi.com

Di desaku beberapa anak-anak (ada juga orang dewasa) bermain petasan di bulan Ramadhan ini. Petasan (kalau di daerah saya namanya mercon) begitu disukai sebagian anak laki-laki. Mereka terkadang tidak peduli jika menyalakan mercon. Menyalakan di jalan, menyalakan di dekat rumah orang. Hal itu sebenarnya sangat mengganggu bagi orang lain.

Dulu, ketika saya masih anak-anak seusia anak SD, banyak sekali teman-teman di desa saya yang bermain petasan. Sama seperti sekarang, mereka tidak memperhatikan di mana mereka menyalakannya. Ketika tadarusan, ada anak yang menyalakan petasan itu. Kontan membuat orang-orang kaget. Parahnya petasan itu dinyalakan di depan masjid pula. Jadi dari masjid suaranya begitu keras. Dorrr!

Pada saat saya masih mengaji di TPA, ketika bulan puasa banyak suara petasan. Anak-anak yang mengaji pun menjadi kurang konsentrasi karena mendengar suara petasan. Belum lagi bau asap petasan yang ditimbulkan. Itu juga dapat menggangu. Dapat menimbulkan polusi udara di sekitar.

Bedanya dulu dengan sekarang yaitu anak-anak yang bermain petasan lebih sedikit daripada yang dulu. Dulu setiap pagi ada bunyi petasannya. Sekarang jarang (sedikit) terdengar bunyi petasan pada pagi hari. Mungkin ada larangan dari polisi untuk menyalakan petasan. Hal positif jika petasan sekarang dapat berkurang.

Petasan juga banyak jenisnya. Ada yang menyebut mercon lombok belis (cabe rawit). Ada mercon korek api yang menyalakannya seperti kita menggesek korek api, dan lain-lain. Saya kurang mengerti dengan jenis-jenis petasan.

Ukuran petasan juga bermacam-macam. Ada yang besar, yang biasanya menimbulkan suara yang begitu keras. Ada yang sedang dan ada yang kecil, yang suaranya tidak terlalu keras.

Bagaimana dengan penulis? Saya sendiri tidak suka dengan permainan semacam itu. Permainan petasan menimbulkan banyak kerugian daripada manfaatnya. Itu menurut pendapat saya.

Jika anak-anak bermain petasan di sembarang tempat, misalnya saja di jalan. Jalan seperti yang kita ketahui adalah tempat berlalu lalang bagi orang-orang. Ada pengguna sepeda, pengguna motor, ada juga pejalan kaki. Jika suara petasan itu mengagetkan pengguna jalan, maka bukan tidak mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan. Hal itu jangan sampai terjadi kepada kita.

Saya sarankan lebih baik kita janganlah bermain petasan atau mercon itu. Lebih-lebih bermain di sembarang tempat. Terutama bagi anak-anak.  Orang tua sebaiknya memperhatikan anak-anaknya agar mereka tidak bermain mercon sembarangan. Uangnya lebih baik ditabung daripada digunakan untuk membeli petasan. Atau digunakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat.

Akhirnya, di bulan suci Ramadhan ini kita gunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berpuasa. Bukan dengan bermain petasan. Banyak-banyak beramal kebajikan bukan banyak-banyak beramal kejahatan.***

Udin Widarso

3 pemikiran pada “Dorrr! Petasan di Bulan Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s