Pulang Kampung

Mudik atau pulang kampung ramai dilakukan oleh orang-orang yang habis merantau. Pulang kampung sangat tepat dilakukan ketika lebaran atau hari raya Idul Fitri seperti sekarang ini. Hingga pulang kampung menjadi agenda rutin setiap tahun bagi orang-orang yang merantau. Tak heran jika jalanan menjadi padat pada waktu menjelang atau pas lebaran. Sampai-sampai mudik menjadi budaya bangsa kita yang dilakukan tiap tahun.

Pulang kampung. Sumber gambar : bangsyok.wordpress.com

Mudik biasanya dilakukan oleh mereka yang berasal dari kampung yang bekerja di luar kota atau bahkan pula di luar negeri. Atau mereka yang menetap di kota dan ingin mengunjungi kampung halamannya. Maka mereka melakukan mudik atau pulang kampung.

Mudik bagi orang-orang yang merantau bisa menjadi prioritas utama pada saat lebaran atau hari raya Idul Fitri. Mereka yang terpisah dari keluarga ataupun sanak saudara pasti ingin meluangkan waktunya untuk bertemu mereka. Selain ingin bertemu dengan orang terdekat yang mendorong orang untuk merantau adalah rindunya akan kampung halaman. Kampung halaman bisa juga diartikan sebagai kampung tempat dilahirkan atau dibesarkan.

Orang yang merantau ke luar kota atau bahkan sampai ke luar negeri pun kebanyakan juga rindu akan kampung halaman. Sampai-sampai mereka meluangkan barang waktu sejenak entah itu beberapa hari untuk kembali ke kampung halamannya.

Islam pun juga menganjurkan kita untuk mengunjungi saudaranya atau lebih dikenal dengan istilah silaturrahmi. Apalagi itu mengunjungi orang tua sendiri apabila seorang anak yang pergi merantau. Sang anak biasanya melakukan sungkem kepada orang tuanya yang telah membesarkannya. Saling memohon maaf atas kesalahan masing-masing. Nah, itulah yang biasanya dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri. Karena didukung kuat dengan agama, maka mudik pun kini menjadi budaya di Indonesia.

Mudik dapat dilakukan dengan alat transportasi. Entah alat transportasi darat, laut, ataupun udara. Alat transportasi itu bisa berupa kendaraan umum seperti bus, kapal, dan pesawat terbang, dan bisa berupa kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Saking banyaknya kendaraan pada saat mudik tiba, terkadang sampai menimbulkan kemacetan di jalan-jalan.

Mudik pasti ada hal-hal negatif yang bisa saja terjadi. Misalnya bisa berupa kecelakaan kendaraan. Kecelakaan terjadi karena ada faktor-faktor yang menyebabkannya. Entah itu kecerobohan dari sang pengendara sendiri atau bisa ditimbulkan karena jalanan yang bergelombang. Sampai-sampai ada orang yang meninggal diakibatkan oleh kecelakaan. Jangan sampai itu terjadi kepada kita.

Lantas, bagaimana agar kita selamat sampai tujuan pada saat mudik? Kecelakaan dapat dihindari dengan kita bersikap hati-hati sewaktu berkendara di jalan. Apabila kita tidak hati-hati bisa saja jalan yang bergelombang sedikit dapat menyebabkan kita terjatuh dari kendaraan. Itu biasanya yang dialami bagi pengguna kendaraan sepeda motor.

Untuk masalah jalan yang bergelombang itu adalah tugas bagi pemerintah untuk memperbaikinya. Pemerintah sebaiknya menyediakan sarana jalan raya yang aman. Saya lihat di tivi kok setiap menjelang lebaran jalanan diperbaiki setiap tahun ya? Ah, saya tidak tahu mengapa. Yang penting pemerintah peduli dengan kondisi jalan raya. Kondisi jalan yang baik pasti akan mengurangi resiko kecelakaan. Nah, itu yang diharapkan oleh para pemudik atau pengendara kendaraan.

Tapi yang lebih penting adalah kita berdo’a kepada Tuhan setiap kita akan melakukan perjalanan. Seperti nasihat ibu saya, “Berdo’alah kalau kamu akan bepergian! Agar kamu selamat sampai tujuan.” Semoga kita diberi perlindungan oleh Allah SWT. Selamat pulang kampung bagi yang pulang kampung. Hati-hati di jalan. Bye-bye. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s