Refleksi Peringatan HUT RI ke-67

HUT RI ke-67. Sumber gambar : pertamax7.wordpress.com

Hari ini adalah hari yang istimewa bagi negara kita. Tepat tanggal 17 Agustus 2012 dan juga di bulan Ramadhan adalah kita peringati sebagai hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-67. Bendera merah-putih pun berkibar di udara. Tanda bahwa bangsa kita adalah bangsa yang merdeka.

Kemerdekaan ini adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa. Begitulah bunyi pembukaan UUD 1945 dan begitulah sebenarnya. Tanpa rahmat Allah SWT, kita tidak akan bisa menghirup udara kemerdekaan seperti sekarang ini. Kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan para pahlawan kita. Betapa berat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan ini dari belenggu para penjajah. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan. Para pemuda dan semua yang terlibat dalam perjuangan melawan penjajah adalah orang-orang pilihan. Karena mereka bertekad untuk mewujudkan Indonesia yang damai, aman, dan tentram.

Kini kita telah memasuki kemerdekaan Republik Indonesia ke-67. Sudah cukup lama kita menghirup udara kemerdekaan. Tetapi akankah di negara kita tercinta ini sudah sepenuhnya kita merdeka?

Dulu para pemuda dan semua yang terlibat dalam perjuangan merebut kemerdekaan berperang melawan para penjajah. Baik itu penjajah Belanda ataupun Jepang. Mereka (penjajah) yang berbuat sewenang-wenang memang pantas untuk dilawan.

Melihat kenyataan di Indonesia saat ini, masih saja ada kekerasan. Masih ada baku hantam. Parahnya itu dilakukan terhadap sesama saudaranya sendiri. Itu sangat berbeda dengan dahulu yang berperang melawan penjajah. Tetapi sekarang ini berperang melawan saudara setanah air. Bukankah orang Indonesia semuanya bersaudara? Sungguh ironis memang.

Terlalu banyak contoh peristiwa baku hantam yang terjadi di Indonesia. Kita lihat saja tingkah polah para pemuda kita. Para pemuda yang suka tawuran dengan sesamanya. Mereka tawuran di sekolahan. Tawuran di jalanan pun pernah. Semua kita tahu bahwa tawuran itu tiada manfaatnya sama sekali. Hanya menambah luka saja. Mereka yang tawuran terkadang sampai berdarah-darah, sampai luka-luka demi tujuan yang sama sekali tidak jelas.

Semboyan negara kita seakan-akan hilang. Bhinneka Tunggal Ika yang diartikan sebagai berbeda-beda tetapi tetap satu jua itu tidak lagi menjadi semboyan bagi bangsa kita. Padahal semboyan itu sebenarnya luar biasa. Semboyan itu mampu mempersatukan bangsa kita yang sempat tercerai berai. Bangsa kita dapat menang melawan penjajah juga karena mereka bersatu. Sehingga kekuatan kita menjadi besar. Akhirnya kita dapat mengalahkan para penjajah. Bukankah anak kecil tahu pepatah ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’?

Sudah saatnya kita menghidupkan kembali semboyan bangsa kita. Bhinneka Tunggal Ika itu. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Dengan dihidupkannya semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu, diharapkan bangsa kita menjadi bangsa yang bersatu. Menjadi bangsa yang sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Sehingga masyarakat kita tidak akan tawuran lagi. Tidak baku hantam lagi. Toh, tawuran itu dapat menyakitkan dan tidak ada manfaatnya.

Kita sudah 67 tahun merdeka. Kita saat ini tinggal mengisi kemerdekaan. Tinggal membangun negara kita. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Misalnya kita berkarya menghasilkan sesuatu yang bagus, yang bernilai untuk kemajuan bangsa.

Kita perlu belajar. Kita perlu berbenah diri. Indonesia tak akan maju tanpa adanya perjuangan. Indonesia tak akan maju tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, marilah kita bersatu. Kita wujudkan cita-cita luhur bangsa kita.

Dirgahayu Indonesia. Merdeka! ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s