Merantau

Suasana Lebaran sudah usai. Hari raya Idul Fitri kali ini membawa kenangan manis yang sulit untuk dilupakan bagi kebanyakan orang. Ada canda, ada tawa. Kegembiraan pun kita rasakan begitu kita dapat berkumpul dengan anggota keluarga. Ya, bisa berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara adalah hal yang menyenangkan. Begitu hari raya telah usai, kini semua orang beraktivitas seperti sedia kala. Anak sekolah sudah mulai bersekolah seperti biasanya. Demikian pula bagi para pekerja. Mereka juga kembali lagi menekuni mata pencahariannya.

Pergi merantau. Sumber gambar : muda.kompasiana.com

Bagi sebagian orang ada yang bekerja ke luar kota, meninggalkan kampung halaman sekedar untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Merantau kembali setelah beberapa hari merayakan lebaran di kampung halaman adalah jalan yang dipilihnya. Memang ada tetangga saya yang kembali merantau setelah halal bihalal di desa kami. Saudaraku itu kembali lagi bekerja ke Jakarta. Dia bekerja kembali di pabrik seperti sedia kala.

Setelah lulus dari bangku SMK, saudaraku itu memilih bekerja ke Jakarta. Jakarta yang notabene adalah kota besar yang maju, dipilihnya untuk mencari penghidupan. Memang Jakarta mempunyai lapangan pekerjaan yang lebih banyak dibandingkan dengan kota saya di Ngawi. Sebagaimana kita ketahui, kota Ngawi adalah kota yang kecil dan tidak semenarik Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Apalagi kalau kampung halamannya di desa. Tentu sedikit sekali lapangan pekerjaan yang tersedia.

Tak hanya di Jakarta saja yang menjadi tujuan perantauan. Sebenarnya banyak tempat yang ‘memikat’ orang desa untuk mencari penghidupan. Seperti Bandung, Semarang, Surabaya dan masih banyak lagi. Kota-kota itu seperti tempat tersedianya gula bagi semut. Tak hanya di pulau Jawa saja tujuan perantauan bagi sebagian orang. Pulau di luar Jawa pun juga dapat memikat hati orang desa yang merantau. Ada orang di desa saya yang memilih bekerja di Batam. Ada yang bekerja di pulau Kalimantan. Dan lain-lainnya.

Banyak faktor yang mendorong bagi sebagian orang desa untuk merantau ke kota. Faktor-faktor itu mungkin tak jauh dari faktor ekonomi. Menurut saya salah satunya yaitu faktor ketersediaannya lapangan pekerjaan. Sedikitnya lapangan pekerjaan di desa dapat mendorong sebagian orang untuk merantau. Lapangan kerja yang sedikit dapat mengurangi kesempatan untuk meningkatkan ekonomi bagi masyarakat. Di desa yang perekonomiannya kurang maju, perputaran uang pun juga sedikit. Selama ini perputaran uang terbesar adalah di kota-kota besar. Nah, mungkin itulah yang mendorong orang untuk merantau ke kota besar yang lebih maju.

Faktor lainnya yang mendorong orang untuk merantau adalah keinginan mereka untuk mencari pengalaman kerja di luar kota. Mungkin di desa tidak banyak memberikan pengalaman kerja dibandingkan dengan di kota besar atau kota maju. Pengalaman memang dapat menentukan keberhasilan bagi seseorang. Maka dari itu mereka merantau ke luar kota demi mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.

Mereka merantau ke luar kota dengan harapan agar dapat meningkatkan taraf ekonomi bagi dirinya ataupun keluarganya. Diharapkan sekembalinya dari merantau dapat meraih kesuksesan dan bisa menghidupi keluarganya. Keluarganya dapat hidup layak sebagaimana mestinya.

Sebenarnya sah-sah saja bagi seseorang untuk pergi merantau ke luar kota atau keluar pulau sekalipun. Adalah hak bagi masing-masing pribadi untuk melakukannya. Tapi alangkah lebih baiknya bila kita bisa membangun desa kita sendiri agar menjadi maju. Desa kita bisa berkembang lebih baik lagi. Tentunya untuk membangun desa perlu kerjasama dengan pihak pemerintah. Pemerintah dapat membangun sarana dan prasarana yang memadai agar perekonomian berjalan lancar. Di desa khususnya di daerah terpencil kebanyakan sarana dan prasarananya kurang memadai. Misalnya saja, jalan-jalan di desa banyak yang bergelombang. Mobil terkadang kesulitan untuk lewat. Lebih parahnya bila sepeda motor juga kesulitan untuk melintasi jalan tersebut. Nah, itu juga yang menjadi penghambat berkembangnya perekonomian di desa.

Masalah pemerataan lapangan pekerjaan juga harus dipikirkan. Sekarang ini lapangan pekerjaan hanya merata di kota-kota besar. Tak heran bila banyak orang desa yang merantau ke kota besar. Bila lapangan pekerjaan merata alias tersedia di mana-mana, maka orang pun tak akan repot pergi jauh-jauh untuk merantau.

Selain peran dari pemerintah, masyarakat pun juga dapat berperan membangun perekonomian di daerah-daerahnya sendiri. Sedikitnya lapangan pekerjaan tentunya dapat diatasi dengan menciptakannya lapangan pekerjaan baru. Tinggal bagaimana kita caranya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru tersebut. Memang dibutuhkan orang-orang yang kreatif yang dapat mengatasi masalah itu.

Terlepas dari itu semua, dari pada menganggur lebih baik kita bekerja dan berusaha. Dengan begitu kita dapat terlepas dari kemiskinan. Bukan begitu teman-teman? ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s