Halal Bihalal dan Kebersamaan

Meskipun hari raya Idul Fitri sudah berlalu yakni sudah lebih dari dua minggu, sebagian daerah masih menggelar acara halal bihalal. Tak terkecuali di kampung saya di Gentong, Desa Kartoharjo Kec./Kab. Ngawi, yang kemarin baru saja menggelar acara halal bihalal di masjid. Halal bihalal kali ini menjadi sesuatu yang istimewa bagi masyarakat di kampung kami. Kami bisa berkumpul bersilaturrahmi bersama dengan penuh suka cita.

Halal bihalal atau saling bermaafan antar sesama dapat mempererat rasa kebersamaan. Bagaimana tidak? Kami berkumpul dalam satu tempat di masjid Al-Ikhlas Gentong sambil saling sapa. Keramah-tamahan terpancar dari wajah-wajah orang yang saling memaafkan.

Sebuah acara yang istimewa yakni halal bihalal ini menjadikan kita semakin dekat. Dekat dengan tetangga maupun sesama. Kenapa saya sebut ini istimewa? Karena acara halal bihalal ini sudah lama tidak digelar alias sudah lama tidak diadakan di masjid kami. Baru kali ini kami bisa mengadakannya.

Masyarakat yang hadir pun banyak, meskipun tidak semua. Pejabat (pemimpin) pun juga hadir dalam acara itu. Ada bapak kepala desa beserta sebagian perangkat desa. Sampai bapak RW, bapak RT turut serta. Para pemimpin, para tokoh masyarakat tidak ketinggalan pula. Semua berkumpul menjadi satu.

Tidak hanya halal bihalal saja. Tidak hanya saling berjabat tangan semata. Ada pengajiannya pula. Semua duduk mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh pak Kyai. Inilah yang menjadi acara inti dari halal bihalal.

Dengan adanya ceramah itu, masyarakat yang hadir mendapatkan suatu pencerahan. Ilmu pengetahuan, khususnya agama bisa dihayati dan kemudian bisa dilaksanakan. Masyarakat pun bisa bertambah ilmu pengetahuannya.

“Membangun masjid itu mudah. Tetapi memakmurkan masjid itu yang sulit.” Itulah salah satu isi ceramah yang disampaikan oleh pak Kyai. Memang, membangun masjid bisa dilakukan setahun atau dua tahun. Sedangkan memakmurkan masjid itu tak hanya cukup setahun dua tahun. Tetapi bertahun-tahun. Tak hanya sebentar saja.

Halal bihalal tak bisa dipisahkan dari kebersamaan. Dengan halal bihalal kita bisa berkumpul bersama. Menjadi satu. Bersatu. Dengan demikian, rasa Bhinneka Tunggal Ika dapat terbentuk. Bhinneka Tunggal Ika tak hanya menjadi semboyan kosong belaka. Bhinneka Tunggal Ika tak hanya sebagai sebuah tulisan di bawah burung garuda pancasila semata.

Terima kasih untuk panitia yang telah menggelar halal bihalal ini. Semoga masjid kami semakin banyak yang mengunjungi. Semoga masyarakat kami semakin sadar akan pentingnya ibadah. Kemakmuran pun bisa kita dapat. Aamiin. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s