Air di Kala Kemarau

Air adalah barang yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Setiap hari kita butuh zat/benda yang satu ini. Untuk masak, minum, mandi, dan masih banyak lagi. Kalau manusia tidak minum, pasti tidak akan bisa bertahan hidupnya. Tidak hanya manusia saja yang butuh air, makhluk hidup yang lain pun tentu saja juga butuh. Tumbuhan dan hewan adalah contoh makhluk yang juga memerlukan air. Tapi bagaimana bila jumlah air menjadi berkurang/tidak mencukupi? Nah, itulah yang menjadikan kita krisis air.

Sawah kekeringan. Sumber gambar : inspirasi-usaha.com

Saat ini kita berada di musim kemarau, di mana sebagian daerah di Indonesia mengalami kekurangan air. Siang yang cukup panas mampu menyebabkan air banyak yang menguap di udara. Air yang berada di dalam tanah juga menjadi berkurang. Sumur-sumur sebagai alat untuk memompa atau mengeluarkan air dari dalam tanah kini sedikit sekali memancarkan sumber airnya. Tak jarang sumur-sumur menjadi mampet alias tidak mengeluarkan air. Orang-orang di daerah itu pun kian kesulitan mencari air.

Di beberapa daerah, saya lihat dari televisi banyak orang yang menempuh perjalanan yang lumayan jauh untuk mencari air. Mereka sampai menyusuri jalan yang berliku-liku untuk mengisi beberapa ember atau wadah yang dibawanya agar penuh air. Tak peduli dengan jalanan menanjak ataupun berbatu demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Terkadang pula mereka rela hanya mendapat air yang tidak terjamin kebersihannya. Memang di beberapa tempat ada yang mengalami krisis air bersih. Artinya untuk mendapatkan air yang bersih sangat sulit.

Bagi orang yang bermata pencaharian sebagai petani tentu akan mengalami kerugian bila sawahnya tidak teraliri air. Ini khususnya bagi petani yang menanam padi yang notabene tanaman padi harus perlu cukup air. Sebenarnya sih, tak hanya tanaman padi saja yang perlu cukup air, tanaman pertanian yang lainnya pun juga perlu akan pengairan yang cukup.

Bila tanaman padi tidak diberi cukup air, maka padi pun bisa kering. Lama-kelamaan padi yang kekurangan air bisa mati. Bila kondisinya demikian, maka para petani dipastikan akan gagal panen. Akan rugi mereka. Petani bisa melakukan berbagai cara agar sawah mereka tidak kekeringan. Sumur yang ada di sawah sampai diperdalam lagi. Maksud mereka agar bisa mencapai sumber air. Dengan demikian, diharapkan air bisa memancar dari diesel atau pompa mereka. Terkadang mereka sudah memperdalam sumurnya, tetapi, eh, sumurnya hanya mengeluarkan air sebentar saja. Habis itu sumurnya berhenti lagi.

Untuk daerah saya di Ngawi, beberapa tempat mengalami krisis air. Saya kutip dari sinarngawi.com (diakses tanggal 6/9/2012) : Dampak kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kab. Ngawi terhadap ketersediaan air bersih. Seperti yang terlihat di Dsn Gunung Rambut, Ds Pitu, Kec. Pitu, warga terpaksa harus berebut air bersih yang disuplai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat (4/9). Itu baru daerah saya di Ngawi yang kemarau ini mengalami krisis air. Di daerah-daerah lain di Indonesia juga mengalami krisis air, tapi tidak saya tulis dan uraikan di sini.

Krisis air yang terjadi di Indonesia pasti ada penyebabnya. Pohon atau tumbuhan sebagai penahan air kemungkinan berkurang atau jumlahnya sedikit. Seperti kita ketahui, fungsi pohon salah satunya dapat menahan atau menyimpan air yang berada di dalam tanah. Air yang ada di dalam tanah diserap oleh akar pohon. Sehingga air pun tertahan olehnya.

Nah, untuk mencegah agar tidak terjadi kekeringan atau krisis air di musim kemarau bisa dilakukan dengan menanam pohon. Atau dengan kata lain bisa dilakukan dengan reboisasi. Tanah yang gundul dan gersang kemudian ditanami pohon kembali. Ada pula penyebab hutan menjadi gundul. Seperti kasus illegal logging yang terjadi di Indonesia. Itu bisa merugikan semua orang (dan makhluk hidup yang lain). Bila hutan gundul, tak hanya bisa mengakibatkan kekeringan dan krisis air, tetapi juga produksi Oksigen pun menjadi berkurang. Seperti kita tahu, manusia bernafas memerlukan Oksigen. Bagaimana bila Oksigen habis? Membayangkan saja sudah mengerikan. Jangan sampai itu terjadi.

Memang tidak mudah untuk melakukan itu semua. Harus didukung oleh semua pihak, baik itu masyarakat maupun pemerintah. Kita berterima kasih kepada pemerintah yang telah berupaya menanggulangi krisis air. Tapi dengan kita melakukan hal-hal kecil dan bermanfaat, tentu akan memberikan perubahan yang lebih baik bagi kita semua. Untuk masa-masa mendatang, semoga kita tidak mengalami krisis air lagi. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s