Menyalurkan Hobi, Mengekspresikan Diri

Setiap orang berhak untuk mengekspresikan diri masing-masing. Dengan hobi atau kegiatan yang disukai, setiap individu dengan bebas untuk menyalurkannya. Setiap orang mempunyai hobi yang beraneka ragamnya sehingga banyak pula orang yang ingin menunjukkan bakat ataupun kemampuan yang mereka miliki. Tak terkecuali bagi mereka para kawula muda, khususnya mahasiswa (termasuk saya). Di dalam diri mahasiswa tentu mereka mempunyai semangat yang tak pantang menyerah. Mereka mempunyai segudang kemampuan yang kadang tak sempat mereka ekspresikan. Seperti kemampuan kesenian mereka.

Mereka yang masih dalam proses belajar tentunya akan memperoleh ilmu sesuai apa yang mereka pelajari. Selain dari apa yang mereka dapat dari bangku sekolah atau kuliah, mereka bisa melatih kemampuan dari dalam diri sendiri. Mereka berlatih mandiri, atau dengan kata lain mereka belajar secara otodidak. Seperti di bidang kesenian, entah dari jenis kesenian apapun. Tak jarang para mahasiswa mempunyai bakat kesenian yang terpendam.

Dalam hal musik misalnya. Para pelajar atau mahasiswa kebanyakan mereka menyukai seni musik. Jarang kita jumpai mahasiswa yang membenci musik. Saya sendiri pun suka musik. Ada cerita ketika saya masuk kuliah. Di kampus saya di STKIP PGRI Ngawi, setiap pergantian jam atau istirahat, saya sering menjumpai beberapa mahasiswa yang asyik bermain musik. Mereka bermain musik di kantin di belakang kampus. Di sana memang tersedia alat musik gitar. Sehingga mahasiswa yang bisa bermain musik dapat bermain gitar di sana.

Suasana kantin pun berubah. Yang tadinya sepi menjadi ramai karena terdengar alunan musik dari mahasiswa. Sambil mendengarkan gitar, mereka ada pula yang menyanyi. Tak buruk suara mereka menurut saya. Memang, mereka mempunyai jiwa seni yang bisa diperhitungkan. Ada yang suka musik pop. Ada rock. Dan ada pula yang dangdut, hehehe. Ketika istirahat, dari pada menganggur lebih baik bermain musik. Musik memang dapat menyegarkan pikiran. Ketika mahasiswa pusing dengan pelajaran kuliahnya, pusingnya dapat terobati dengan bermain dan mendengarkan musik. Makanya mereka begitu antusias dengan cara menyalurkan hobi, mengekspresikan diri.

Mengekspresikan diri dengan menyalurkan hobi bukan merupakan hal yang buruk. Malah sebaliknya, menyalurkan hobi adalah hal yang positif. Tetapi di kampus saya itu, mereka bisa saja mengganggu mahasiswa yang lainnya. Sewaktu mereka bermain musik ketika istirahat, mereka terkadang tidak sadar kalau mereka mengganggu mahasiswa yang lain. Kantin kampus saya itu memang berdekatan dengan musholla kampus. Otomatis kalau mereka bermain gitar sewaktu sholat Ashar, mereka bisa saja mengganggu konsentrasi mahasiswa yang sedang menjalankan ibadah sholatnya. Pergantian jam atau waktu istirahat di kampus saya memang berbarengan dengan waktunya sholat Ashar. Sebenarnya, itu tergantung dari diri masing-masing mahasiswa saja sih.

Pada beberapa hobi memerlukan wadah untuk menyalurkannya. Wadah itu bisa diartikan sebagai tempatnya untuk menyalurkan hobi. Dengan tempat yang tepat, mungkin tidak akan mengganggu orang lain di sekitarnya. Seperti hobi bermusik, tempat yang tepat untuk mengekspresikannya adalah misalnya di studio musik. Di kampus saya saat ini memang tidak ada sarana studio musik. Akibatnya mahasiswa kurang optimal untuk menyalurkan bakat bermusiknya. Seandainya bila pihak kampus menyediakan sarana atau tempat bermusik seperti studio musik, mahasiswa akan dengan optimal menyalurkan bakat bermusiknya. Memang di luar kampus sudah ada studio musiknya, mereka bisa berlatih band di luar kampus. Akan tetapi, lebih baiknya bila pihak kampus menyediakan sarana studio musiknya. Tergantung pihak kampus menanggapinya bagaimana.

Mereka yang memiliki grup musik, seperti band, dapat tampil di panggung pentas seni. Even yang di dalamnya ada pentas seninya dapat melatih mental para seniman-seniman tersebut. Mereka dapat mengikuti berbagai ajang bermusik di dalam atau di luar kampus. Di kampus ada acara PKMB (Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru) atau OSPEK. Kalau di kampus saya di acara tersebut di dalamnya ada acara pentas seni. Para mahasiswa yang ingin menyalurkan hobi bermusiknya dapat mengikuti acara pentas seni di even tersebut. Tak hanya musik saja, mereka yang menyukai seni tari juga dapat tampil di situ. Mahasiswa-mahasiswi di kampus saya ada yang bisa menari. Bahkan ada mahasiswi yang dapat menari tradisional. Tak perlu diragukan lagi kemampuannya. Sekalian dapat menjaga kelestarian tari tradisional kita yang semakin hari semakin kalah digerus oleh tarian modern. Itu dapat menambah nilai yang positif untuk kebudayaan Indonesia. Memang dalam waktu dekat ini kampus saya, STKIP PGRI Ngawi akan mengadakan PKMB. Pasti bakalan seru.

Mungkin, akan banyak lagi manfaat yang kita peroleh bila kita dapat mengekspresikan diri melalui hobi. Tentu dengan catatan kita menyalurkan hobi di tempat yang tepat. Dengan menyalurkan hobi, kita dapat memperoleh orang-orang yang bermutu di bidang seni. Kita tidak akan tahu bila suatu saat nanti muncul seniman handal yang berangkat dari kampus Ngawi misalnya. Indonesia akan diperhitungkan dunia dengan kehadiran seniman-seniman yang handal dan berkualitas dari negara ini. Semoga saja. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s