Hujan yang Dirindukan

Pada musim kemarau yang sudah lama kita jalani, banyak membuat masyarakat daerah-daerah kesulitan mencari air. Sungai-sungai banyak yang kering airnya. Itu untuk sungai-sungai yang berukuran kecil, atau yang sering kita sebut dengan kali. Untuk sungai-sungai besar tinggal tersisa air yang tak seberapa besar alirannya. Hingga pada daerah-daerah tertentu ada yang langka sumber airnya. Untuk mencari sumber air di daerah itu, mereka sangat kesulitan. Kadang mereka perlu perjuangan yang tidak ringan untuk memperoleh air seember penuh.

Kekeringan yang melanda daerah-daerah di tanah air tentunya memberikan dampak yang tidak kita harapkan. Misalnya, di daerah pertanian, para petani kesulitan untuk mengairi sawahnya. Tanaman padi para petani banyak yang kekurangan air. Tanah-tanah menjadi kering. Akibatnya hasil pertanian atau hasil panen kurang memuaskan. Untuk mengantisipasi itu, para petani menempuh beberapa cara agar hasil panen mereka bagus. Mereka mengairi sawahnya dengan pompa air atau diesel, meski terkadang diesel mereka macet atau mengeluarkan air sedikit.

Air juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Air itu digunakan entah untuk minum, mandi, atau mencuci. Bila di musim kemarau panjang, terkadang pompa air hanya sedikit sekali memancarkan airnya. Malahan ada yang sama sekali tidak mengeluarkan air untuk daerah-daerah yang benar-benar kesulitan air. Sampai-sampai mereka menggunakan air yang tersisa untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang kondisinya kurang kurang bagus tetap mereka gunakan dari pada mereka tidak bisa mandi atau mencuci.

Berbagai cara dipergunakan untuk mendatangkan hujan. Di daerah tertentu ada yang membuat hujan buatan. Ada yang masyarakatnya menggelar ibadah sholat untuk meminta hujan (shalat Istisqa). Seperti yang diadakan di Ngawi beberapa waktu yang lalu, masyarakat menggelar sholat Istisqa untuk meminta hujan. Akhirnya hujan pun datang.

Nah, untuk daerah (desa) saya, tadi malam turun hujan. Hujan yang telah lama dirindukan oleh masyarakat desa saya. Desa saya adalah desa Kartoharjo yang terletak di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Memang, masyarakat desa kami notabene adalah masyarakat agraris. Kebanyakan masyarakat di desa saya menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Tentu dengan turunnya hujan tadi malam membawa berkah bagi masyarakat di desa saya.

Semoga hujan yang turun dapat mengobati rindu akan kesegaran air hujan yang lama tidak kita rasakan. Kita tidak akan kesulitan lagi untuk mencari air. Sumber air bersih menjadi mudah kita temukan. Tentu, rasa syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menurunkannya. Diharapkan hujan yang turun dapat memberikan berkah bagi kita semua. Aamiiin. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s