Keberangkatan Haji yang Tertunda

Kita saat ini telah memasuki bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah. Berarti di dalamnya terdapat suatu ibadah yang merupakan rukun Islam yang ke-5, yaitu ibadah Haji. Ibadah Haji ditunaikkan manakala seseorang telah mampu lahir dan batin untuk menjalankannya. Haji tak hanya sekedar perjalanan menuju Mekkah saja, tetapi Haji adalah perjalanan suci menuju Baitullah untuk beribadah. Ibadah Haji merupakan salah satu sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka dari itu banyak orang yang memimpikan untuk dapat beribadah Haji ke tanah suci Mekkah. Namun, apakah semuanya dapat berangkat Haji ke tanah suci? Apakah keberangkatan ke tanah suci semuanya lancar tanpa masalah?

Ka’bah di Mekkah. Sumber gambar : spirittourism.com

Setiap daerah di Indonesia biasanya memberangkatkan umat Muslim untuk beribadah Haji ke Mekkah, Arab Saudi. Termasuk di daerah saya di Ngawi, Jawa Timur, yang juga memberangkatkan orang-orang untuk beribadah Haji. Tak jauh-jauh dari dunia saya di kampus, dosen saya ada pula yang berangkat Haji di tahun 1433 H ini. Sampai-sampai bapak-ibu dosen saya sempat mengejar target mengajarnya. Mereka melakukan hal itu semata-mata agar mereka dapat berangkat ke Mekkah dengan lancar.

Calon jamaah Haji dari Indonesia dapat berangkat ke Mekkah dengan lancar, selain itu ada pula yang tidak lancar sampai-sampai mereka gagal berangkat ke tanah suci. Kegagalan keberangkatan ke tanah suci diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah adanya penipuan dari orang-orang atau pihak yang tidak bertanggungjawab. Yang terkait dengan penipuan seperti kasus pemalsuan Paspor calon Haji. Dari Tempo.co (23/10/2012) – Surabaya, dikabarkan bahwa Polisi periksa kasus pemalsuan Paspor milik 36 calon Haji. Modus penipuan dalam perkara tersebut ialah memakai dokumen milik para calon haji yang batal berangkat dengan berbagai alasan. Selanjutnya, paspor-paspor itu diperjualbelikan kepada calon haji lain dengan mengubah data-datanya. Kasus itu muncul karena ketidaksabaran calon haji yang menunggu antre hingga belasan tahun, sehingga mereka mencari jalan pintas agar dapat segera berangkat ke Tanah Suci.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Selain itu, faktor yang menghambat keberangkatan calon Haji ke tanah suci adalah adanya biro perjalanan (travel) yang “nakal”. Dari Antaranews.com (23/10/2012) diberitakan, tahun ini sekitar 2.500 calon jemaah haji khusus (ONH Plus) tidak dapat berangkat menunaikan ibadah karena sejumlah biro perjalanan tak mendapatkan visa dari Kedubes Arab Saudi. Di dalam negeri, diindikasikan sejumlah biro perjalanan haji dan umroh tidak legal melakukan kegiatan. Biro-biro perjalanan yang tidak memiliki izin itu beroperasi seolah dapat mengurus visa dari Kedubes Arab Saudi. Namun ternyata setelah sampai batas waktu terakhir, visa tak dikeluarkan.

Adapula biro travel yang membawa kabur uang dari jamaah calon Haji. Hal itu dapat mengakibatkan gagalnya keberangkatan jamaah calon Haji ke tanah suci Mekkah. Nah, itulah beberapa faktor yang membuat jamaah calon Haji kecewa.

Agar jamaah calon Haji tidak kecewa karena gagal berangkat ke tanah suci Mekkah, perlu diadakan perbaikan terkait berbagai aspek. Seperti kasus pemalsuan Paspor, untuk mencegahnya perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Jangan sampai Paspor diperjualbelikan dengan mengubah data-datanya. Jelas, hal itu melanggar hukum. Sama dengan kasus penipuan Paspor, kasus biro perjalanan juga perlu dilakukan pengawasan. Hal itu dilakukan agar tidak ada biro perjalanan yang “nakal”. Pengawasan misalnya dapat dilakukan oleh Kementrian Agama yang membidangi proses keberangkatan Haji.

Pengawasan adalah hal yang perlu dilakukan agar jamaah calon Haji tidak ada yang kecewa. Selanjutnya mereka bisa beribadah Haji di tanah suci Mekkah dengan khusyu’, sehingga mereka bisa menjadi Haji yang Mabrur. Oya, penulis sendiri juga ingin agar dapat melaksanakan ibadah Haji di tanah suci Mekkah. Semoga saya diberi kesempatan oleh Allah SWT agar dapat beribadah Haji ke tanah suci Mekkah. Aamiin.

Akhirnya, selamat menjalankan ibadah Haji di tanah suci Mekkah tahun 1433 H bagi yang menjalankan. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s