Masyarakat dan Teknologi

Saat ini kita tak pernah lepas dari yang namanya teknologi. Setiap hari kita berhadapan dengan teknologi. Produk-produk dari hasil teknologi hampir setiap saat kita pegang. Mulai dari handphone, televisi, komputer (kalau ini bagi yang punya), dan lain-lain. Dulu yang masih menggunakan alat-alat yang serba tradisional, kini kita menggunakan alat-alat yang serba modern. Memang kita saat ini bisa dibilang telah masuk dalam era teknologi di mana alat-alat yang kita gunakan serba modern dan canggih.

Peralatan yang modern kini dapat mempermudah pekerjaan manusia. Pekerjaan manusia yang dulu dirasa cukup berat, kini bisa menjadi ringan karena teknologi. Misalnya saja kalau kita ingin menghubungi teman kita, kita cukup dengan telepon atau cukup mengirim pesan pendek (sms). Kita tak perlu susah-susah untuk menghubungi teman kita. Apalagi kalau jarak teman kita sangat jauh. Bayangkan saja bila kita ingin menghubungi teman kita yang berada di luar negeri misalnya. Kalau tidak ada teknologi, kita bisa capek dengan perjalanan kita ke luar negeri. Ditambah pula dengan biayanya. Wow, pasti tidak murah.

Dengan keserbacanggihan alat-alat teknologi, apakah semua masyarakat bisa mempergunakannya? Nah, ini yang jadi masalahnya. Saya mempunyai cerita terkait dengan masih kurang tahunya masyarakat untuk mempergunakan produk teknologi. Ini untuk beberapa produk teknologi saja, tidak semua teknologi.

Ketika kemarin saya mau mengambil uang di ATM di salah satu bank di Ngawi, sebelum saya ada orang lain yang ingin mengambil uangnya di ATM. Yang mengambil uang itu adalah seorang ibu muda. Saya perlu mengantre untuk mengambil uang di ATM. Cukup lama saya harus menunggu ibu itu. Apa belum bisa ia mengambilnya? Atau ia belum bisa mengoperasikan alat ATMnya? Saya sendiri pun baru kedua kalinya ini saya mengambil uang di ATM. Termasuk pengguna baru ya saya, hehehe.

Saya akan menambahkan apa itu ATM (bagi yang belum tahu). Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ATM (bahasa Indonesia : Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris : Automated Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang “teller” manusia.

Kembali ke cerita. Setelah agak lama ibu itu di dalam ruang tempat ATM, kemudian ibu itu keluar memanggil temannya. Mungkin ia mau meminta bantuan temannya. Meskipun meminta bantuan temannya, mereka juga cukup lama untuk mengambil uangnya di ATM.

Kemudian mereka keluar dari ruang tempat ATM. Sepertinya mereka belum bisa mengambil uangnya lewat ATM. Salah satu dari mereka berkata kepada saya, “Maaf mas, tadi saya lama mengambil uangnya. Mungkin sedang error ATMnya.”

Saya memaklumi mereka, mungkin mereka baru pertama kali menggunakan mesin ATM. Saya pun saat pertama kali menggunakan mesin ATM juga bingung. Setelah mereka keluar, giliran saya yang mengambil uang di ATM. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengambil uang lewat ATM. Tidak error kok alat ATMnya, tidak sama seperti yang mereka sangka.

Nah, memahami dari cerita di atas, ternyata tidak semua orang (nasabah bank) bisa menggunakan mesin ATM. Itu berarti belum semua orang bisa mempergunakan produk teknologi.

Agar nasabah bank bisa menggunakan mesin ATM, alangkah lebih baiknya bila pihak bank memberikan sosialisasi untuk menggunakan mesin ATM. Tetapi yang terjadi, pihak bank tidak memberikan sosialisasi kepada nasabahnya dalam menggunakan mesin ATM. Seperti yang dialami oleh ibu muda tadi, ia tidak bisa menggunakan mesin ATM karena ketidaktahuannya mengoperasikan mesin ATM.

Bisa juga dengan memberikan selebaran bagaimana cara menggunakan mesin ATM oleh pihak bank kepada nasabahnya. Hal itu akan memudahkan nasabah bank untuk melakukan transaksi melalui mesin ATM. Mungkin gagasan sederhana ini belum dilakukan oleh pihak bank.

Teknologi memang dapat memudahkan membantu pekerjaan manusia. Tetapi tidak semua orang bisa menggunakan produk teknologi. Sampai-sampai mereka dibuat kebingungan oleh produk teknologi itu sendiri karena ketidaktahuan dalam mempergunakannya. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s