Budaya Senyum dan Sapa

Siapa yang tak suka bila orang lain tersenyum kepada kita? Pasti semua suka kan? Iya lah. Memang senyuman membuat kita nyaman. Dengan tersenyum, seakan orang yang kita lihat menjadi sahabat kita. Begitu pula sebaliknya. Kita menjadi dekat dan bersahabat dengan orangnya.

Berkaitan dengan budaya senyum dan sapa, saya sering mengisi bensin di SPBU (singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Beran, Ngawi yang menerapkan budaya senyum dan sapa kepada para karyawannya di SPBU itu. Wajib hukumnya karyawan untuk tersenyum dan menyapa para pembelinya. Bila pembeli menjumpai karyawan di Pom bensin itu tidak tersenyum, pembeli bisa meminta/mendapatkan minuman (teh botol) di situ.

Enak bila dapat minuman dari Pom bensin itu. Tapi bukan itu masalahnya. Bila pembeli dapat minuman berarti karyawan Pom bensin itu tidak menerapkan budaya senyum dan sapa kepada pembeli yang bersangkutan. Pembeli tidak mendapatkan pelayanan yang prima dari penjual, istilahnya seperti itu.

Padahal konsumen atau pembeli pasti mengharapkan pelayanan yang terbaik dari sang penjual. Kalau pelayanannya buruk, bisa-bisa perusahaan/penjual akan ditinggalkan oleh konsumennya. Dan konsumen akan beralih ke perusahaan/penjual yang lebih baik pelayanannya. Memang itu merupakan hal yang wajar bila konsumen/pembeli menginginkan kualitas pelayanan yang baik.

Antar perusahaan sekarang ini saling berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumennya. Seperti di SPBU Beran, Ngawi yang menerapkan budaya senyum dan sapa kepada pembelinya. Selain itu, di SPBU Beran, Ngawi karyawannya menunjukkan angka nol ketika akan mengisi bensin/bahan bakar. Hal itu menunjukkan kepada pembeli bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi di Pom bensin itu.

Itu bisa menjadi inspirasi bagi SPBU-SPBU yang lainnya dalam memberikan pelayanannya. Terkadang kita jumpai karyawan SPBU yang kurang ramah (bukan tidak ramah lho) kepada pembelinya. Hal-hal semacam itu bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi. Dengan pelayanan yang baik, pasti konsumen/pembeli akan senang dan mau datang lagi ke tempat itu.

(Maaf, tidak ada fotonya. Karena di Pom bensin dilarang untuk memotret, hehehe…) ***

Udin Widarso

Satu pemikiran pada “Budaya Senyum dan Sapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s