Lingkungan yang Sejuk

Anda pilih yang mana, antara menghirup udara yang sejuk dan segar, atau menghirup udara yang kotor dan tercemar? Tentu yang anda pilih adalah menghirup udara yang sejuk dan segar. Sama seperti saya juga memilih menghirup udara yang sejuk dan segar. Kita semua pun sama memilih itu. Apalagi udara yang kita hirup itu bersih, pasti dapat menyehatkan badan. Sedangkan menghirup udara yang kotor dan tercemar itu dapat menimbulkan penyakit. Terutama penyakit pada pernafasan.

Pohon yang rindang
Pohon yang rindang di desaku, desa Kartoharjo, Ngawi

Udara yang sejuk dan segar kebanyakan berada di lingkungan yang tumbuh pohon-pohon yang hijau dan rindang. Memang seperti yang kita ketahui, pohon/tumbuhan dapat memproduksi zat Oksigen (O2). Oksigen adalah unsur yang dibutuhkan manusia untuk bernafas. Kalau kita kekurangan Oksigen, bisa-bisa kita jadi sesak nafas. Otak akan kesulitan untuk berpikir secara jernih. Memang otak kita sangat membutuhkan Oksigen untuk bisa bekerja.

Untuk menjaga suplai Oksigen agar tetap dapat kita gunakan untuk bernafas, maka kita harus merawat alam. Karena penghasil Oksigen adalah pohon/tumbuhan, kita sebaiknya merawat tumbuhan. Tumbuhan jangan sampai habis. Hutan jangan sampai gundul. Biasanya yang dapat menyebabkan hutan itu gundul adalah penebangan secara liar dan sembarangan. Maksudnya penebangan secara berlebihan tanpa memikirkan kelangsungan hidup hutan itu pada masa akan datang.

Boleh-boleh saja melakukan penebangan pohon. Tetapi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Jangan sampai pohon habis. Alam bisa memberikan keuntungan kepada kita sebagai manusia, tetapi kita harus memberikan perhatian kepada alam. Ada hubungan timbal balik antara kita dengan alam. Alam merawat kita, kita juga merawat alam.

Kita sebagai manusia sama-sama merawat alam. Kita bekerja sama untuk melindungi alam. Bukan kerja sama untuk menghancurkan alam. Bila lingkungan senantiasa terjaga, tidak hanya kita atau generasi saat ini saja yang dapat mengambil manfaat dari alam. Tetapi juga generasi mendatang, anak-anak kita, cucu-cucu kita pun dapat menikmati alam dan dapat mengambil manfaat darinya.

Bila alam terjaga, tidak hanya menyejukkan udara, tetapi juga menyejukkan hati dan pikiran kita. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s