Pemimpin dan Teladannya

Pemimpin, adalah kata yang sama sekali tidak asing di telinga. Pemimpin menjadi bagian utama dari perubahan terhadap sesuatu atau orang-orang yang dipimpinnya. Bila pemimpinnya baik, maka perubahan yang baik pun akan didapatkan terhadap apa-apa yang dipimpinnya. Baik dalam segala hal. Tetapi yang dibahas di sini adalah baik dari segi teladannya.

Dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas, yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Dari situ diartikan bahwa pemimpin adalah seseorang yang berpengaruh atau memmberi contoh kepada pengikutnya/rakyatnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Setiap negara mempunyai pemimpin. Setiap provinsi ada pemimpinnya. Kalau di Indonesia disebut dengan gubernur sebagai pemimpin di setiap provinsi. Di tingkat kabupaten juga ada pemimpinnya, yaitu bupati. Sampai pada tingkat desa/kelurahan juga ada pemimpinnya, yaitu kepala desa/lurah. Sebenarnya tidak hanya sampai tingkat itu saja dibutuhkan pemimpin. Sampai di keluarga pun juga ada pemimpin, yaitu kepala keluarga. Diri kita pribadi pun adalah pemimpin, setidaknya menjadi pemimpin bagi diri sendiri.

Pemimpin biasanya memberikan teladan kepada rakyat yang dipimpinnya. Kenapa seorang pemimpin menjadi teladan bagi rakyatnya? Kita tahu kalau seorang pemimpin itu biasanya sering diperhatikan oleh rakyatnya. Perhatian utama rakyat adalah di pemimpinnya. Diperhatikan tingkah lakunya. Apakah memberikan teladan yang baik atau justru memberikan teladan yang buruk?

Seorang pemimpin yang memberikan teladan baik kepada rakyatnya, maka rakyatnya akan ikut baik perilakunya. Sebaliknya, seorang pemimpin yang memberikan teladan buruk kepada rakyatnya, maka rakyatnya kemungkinan juga ikut buruk perilakunya.

Sebagai contoh, seorang pemimpin yang memberi contoh minum minuman keras. Apalagi ia (pemimpin) mengajak rakyatnya ikut dengannya (minum minuman keras). Wah, bakalan teler mereka. Itulah teladan yang buruk dari seorang pemimpin. Apakah pejabat seperti itu bermotifkan politik? Apakah pejabat itu agar memperoleh suara yang banyak, sehingga ia terpilih menjadi pejabat (lagi)? Mungkin ada motif politik dibalik itu. Tetapi entahlah, hanya orang yang seperti mereka itu sendiri yang tahu. Teman-teman mungkin bertanya, apakah ada pemimpin seperti contoh di atas? Ada.

Kita sebagai seorang rakyat sebaiknya mengikuti teladan yang baik dari pemimpinnya. Ambil yang baik, buang yang buruk. Bukan mengambil sandal di masjid lho! Hehehe… Maksudnya kita memfilter teladan dari seorang pemimpin yang memberikan contoh perilakunya kepada kita.

Memang pemimpin/pejabat itu juga manusia. Mereka juga punya salah, sama seperti kita. Mereka memang tak luput dari dosa. Tapi, kita sebagai rakyat harus pandai-pandai mencontoh perilaku pemimpin. Kita contoh perilaku pemimpin yang berperilaku baik. Sebaliknya kita jangan mencontoh pemimpin yang buruk perilakunya. Dengan demikian, negara kita, desa kita bisa menjadi desa yang makmur, aman, dan tenteram. ***

Udin Widarso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s