Bebaskan untuk Menulis

Mengekspresikan diri bisa dilakukan dengan banyak cara. Contohnya, bagi seorang musisi bisa dengan menciptakan sebuah karya lagu. Seorang pelukis mengekspresikan dirinya dengan menciptakan sebuah karya lukisan. Dan masih banyak lagi contohnya. Pun demikian halnya dengan seorang penulis, khususnya seorang blogger seperti saya ini. Bila ingin mengekspresikan diri, seorang blogger tentunya berkarya melalui tulisan.

Saya terkadang sulit untuk memulai menulis blog. Itu padahal baru memulainya. Apa yang saya tuliskan? Dari mana mencari inspirasi? Iya, kita terkadang kesulitan untuk mencari inspirasi.

Kalau dipikir-pikir, kita sering kesulitan mengekspresikan diri untuk memulai menulis itu disebabkan oleh diri kita sendiri. Kita terlalu terkekang oleh peraturan yang dibuat-buat oleh diri kita sendiri. Misalnya, kalau menulis itu harus dengan ide yang besar, jangan ide yang kecil. Terlalu sederhana bila menulis hal-hal seperti itu. Kalau idenya nggak besar, jangan dipostinglah… Nah, seperti itulah misalnya peraturan yang dibuat-buat oleh diri kita sendiri. Sehingga kita pun tidak menghasilkan suatu karya apapun.

Padahal tidak jarang suatu karya besar berawal dari hal-hal yang kecil atau sederhana. Seorang blogger yang sukses atau terkenal karyanya berawal dari ide yang sederhana. Misalnya saja mas Raditya Dika, yang blognya terkenal dan dia sekarang jadi artis, bahan blognya berasal dari ide-ide yang sederhana, tentang pengalamannya sehari-hari.

Sekarang kalau ingin menghasilkan karya apapun, kita harus membebaskan diri kita untuk berekspresi. Jangan mengekang diri kita sendiri dengan aturan-aturan yang kita buat-buat sendiri. Dengan cara itu kita mudah untuk berkarya. Rasanya pasti enteng dan tidak ada beban yang memberatkan.

Terakhir sebagai catatan, bebas di sini bukan yang bebas sebebas-bebasnya. Tentu ada aturan yang perlu kita jaga. Jangan sampai dengan karya kita, tulisan kita, ataupun pemikiran kita, orang lain menjadi tersinggung. Bahkan jangan sampai kita menyinggung suku lain, agama lain, dll. Istilah kerennya berbau SARA. Sudah banyak contoh kejadiannya, seperti kasus Charlie Hebdo yang beberapa waktu lalu terjadi. Media Prancis itu membuat heboh dengan karikatur menghina Nabi Muhammad SAW. Tentu hal itu menimbulkan reaksi kaum Muslim mengecam majalah Charlie Hebdo.

Nah, mari kita mengekspresikan diri tapi tetap menjaga aturan dan sopan santun.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s