Penantian

Pernahkah teman-teman waktu sekolah menunggu bus datang? Pernahkah teman-teman antre mengisi bensin di pom bensin? Kalau saya pernah menunggu bus datang waktu masih SMA dulu. Karena saya dulu waktu masih SMA naik bus. Untuk pertanyaan kedua, pasti teman-teman sering antre mengisi bensin di pom bensin. Nah, itu semua upaya penantian kita untuk memperoleh sesuatu di dunia ini.

Memang dalam hidup ini kita dihadapkan dengan berbagai penantian. Seperti kita menunggu datangnya bus untuk mengantarkan kita ke suatu tempat. Seperti kita antre untuk mengisi bensin. Seorang ibu yang menanti kedatangan anaknya ketika pulang dari sekolah. Iya kan, kalau hidup kita ini adalah penantian?

Contoh lainnya, seorang pemuda/pemudi yang masih lajang, lalu ia menantikan kedatangan kekasih hatinya (wehehe… bahasanya). Sama keadaannya seperti saya ini. Hehehe… Nah, itulah berbagai bukti bahwa hidup ini adalah penantian.

Penantian itu hubungannya dengan kesabaran. Kalau kita sabar menanti, tentu pada akhirnya kita bisa mendapatkan apa yang kita nantikan. Kalaupun tidak bisa memperoleh apa yang kita nantikan, pasti Allah SWT memberikan ganti yang lebih baik untuk kita bila kita sabar dan berharap kepada-Nya.

Dengan sabar, hati kita menjadi tenang. Kalau kita tidak sabar, hati kita pun tidak tenang. Maunya ingin cepat-cepat. Kita lihat saja orang yang menantikan sesuatu dan ia menantinya dengan sabar, pasti hati orang tersebut tenang. Beda dengan orang yang tidak sabar ketika menantikan sesuatu, maunya ingin cepat-cepat. Hingga pada akhirnya ia memperoleh sesuatu yang lebih buruk.

Semoga dalam penantian ini, kita bisa sabar untuk menantinya. Hingga sesuatu yang baik datang kepada kita. 🙂

Iklan

Menikmati Hidup

Alhamdulillah… Kita masih diberi kesempatan untuk bangun pagi. Kita juga masih diijinkan untuk menghirup Oksigen segar setiap harinya. Mendengarkan suara gemericik air yang keluar dari pompa air yang kita nyalakan setiap hari. Merasakan kesegaran air yang kita guyurkan ke badan kita sewaktu mandi. Dan masih banyak lagi hal-hal yang sederhana yang kita jumpai setiap hari.

Seringkali kita luput akan sesuatu hal yang sederhana tersebut. Tidak merasakan atau menikmati hal-hal yang kita lalui itu. Itu karena kita kurang bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Kita sekedar menghirup Oksigen tanpa menikmati kesegarannya. Seperti kita minum air putih yang langsung saja kita minum. Kita jarang minum air putih secara pelan-pelan sambil menikmati kesegarannya. Makan sambil main gadget atau handphone. Jadi kita tidak merasakan nikmat dari sesuatu yang kita lakukan. Apakah teman-teman melakukan seperti yang saya lakukan? Atau apakah ini yang saya sendiri lakukan, yaitu kurang mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT?

Agar kita bisa menikmati atau merasakan setiap hal yang kita lakukan, cobalah untuk melakukan hal itu dengan santai dan tidak tergesa-gesa. Misalnya dari sekedar bernafas menghirup Oksigen saja, cobalah untuk merasakan kesegarannya dan menikmatinya pelan-pelan. Makan jangan sambil main handphone sehingga kita bisa menikmati setiap rasa dari makanan yang kita makan. Dan juga yang lebih penting dari itu yaitu bersyukur. Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Saya mengajak kepada teman-teman (khususnya pribadi saya sendiri yang kurang bersyukur ini) untuk lebih mensyukuri nikmat dari Allah SWT. Menikmati atau merasakan setiap hal yang kita lakukan sehingga kita bisa merasakan bahwa setiap hari itu menyenangkan. Dan hidup pun akhirnya terasa nikmat. 🙂

Bebaskan untuk Menulis

Mengekspresikan diri bisa dilakukan dengan banyak cara. Contohnya, bagi seorang musisi bisa dengan menciptakan sebuah karya lagu. Seorang pelukis mengekspresikan dirinya dengan menciptakan sebuah karya lukisan. Dan masih banyak lagi contohnya. Pun demikian halnya dengan seorang penulis, khususnya seorang blogger seperti saya ini. Bila ingin mengekspresikan diri, seorang blogger tentunya berkarya melalui tulisan.

Saya terkadang sulit untuk memulai menulis blog. Itu padahal baru memulainya. Apa yang saya tuliskan? Dari mana mencari inspirasi? Iya, kita terkadang kesulitan untuk mencari inspirasi.

Kalau dipikir-pikir, kita sering kesulitan mengekspresikan diri untuk memulai menulis itu disebabkan oleh diri kita sendiri. Kita terlalu terkekang oleh peraturan yang dibuat-buat oleh diri kita sendiri. Misalnya, kalau menulis itu harus dengan ide yang besar, jangan ide yang kecil. Terlalu sederhana bila menulis hal-hal seperti itu. Kalau idenya nggak besar, jangan dipostinglah… Nah, seperti itulah misalnya peraturan yang dibuat-buat oleh diri kita sendiri. Sehingga kita pun tidak menghasilkan suatu karya apapun.

Padahal tidak jarang suatu karya besar berawal dari hal-hal yang kecil atau sederhana. Seorang blogger yang sukses atau terkenal karyanya berawal dari ide yang sederhana. Misalnya saja mas Raditya Dika, yang blognya terkenal dan dia sekarang jadi artis, bahan blognya berasal dari ide-ide yang sederhana, tentang pengalamannya sehari-hari.

Sekarang kalau ingin menghasilkan karya apapun, kita harus membebaskan diri kita untuk berekspresi. Jangan mengekang diri kita sendiri dengan aturan-aturan yang kita buat-buat sendiri. Dengan cara itu kita mudah untuk berkarya. Rasanya pasti enteng dan tidak ada beban yang memberatkan.

Terakhir sebagai catatan, bebas di sini bukan yang bebas sebebas-bebasnya. Tentu ada aturan yang perlu kita jaga. Jangan sampai dengan karya kita, tulisan kita, ataupun pemikiran kita, orang lain menjadi tersinggung. Bahkan jangan sampai kita menyinggung suku lain, agama lain, dll. Istilah kerennya berbau SARA. Sudah banyak contoh kejadiannya, seperti kasus Charlie Hebdo yang beberapa waktu lalu terjadi. Media Prancis itu membuat heboh dengan karikatur menghina Nabi Muhammad SAW. Tentu hal itu menimbulkan reaksi kaum Muslim mengecam majalah Charlie Hebdo.

Nah, mari kita mengekspresikan diri tapi tetap menjaga aturan dan sopan santun. 🙂

Lama Tidak Nge-Blog

Wauw… Sudah lama sekali saya tidak posting blog di blog saya ini. Sudah lebih dari setahun blog ini terbengkalai. Rasanya kangen juga pengen nulis-nulis di blog alias nge-blog lagi. (Lah, ini akhirnya terwujud nulis blog lagi.)

Blog saya ini lama terbengkalai karena saya banyak kegiatan di dunia nyata. Mulai dari kuliah, kerja, bermain dan lain-lain. Alasan klasik ya, kalau jarang nge-blog alasannya pasti sibuk di dunia nyata. Hehehe…

Alhamdulillah, sekarang saya sudah lulus kuliah dari kampusku tercinta STKIP PGRI Ngawi prodi Pendidikan Ekonomi, dan diwisuda 22 November tahun 2014 lalu. Sekarang saya menyandang gelar sarjana (S.Pd). Semua ini tak akan kudapatkan tanpa usaha dan berkat do’a orang tua. Alhamdulillah…

Bagaimana dengan nge-blognya? Inginnya sih terus konsisten nge-blog. Biar bisa eksis di dunia maya. Terlebih bisa membagikan ilmu yang saya miliki. Entah ilmu apapun, yang penting bisa bermanfaat buat teman-teman. 🙂